Eri | initasik.com
Etalase

Dari Hobi, Zacky Ternak Sugar Glider Hingga Beromzet Jutaan Rupiah


initasik.com, etalase | Kebanyakan orang menyebutnya tupai terbang atau tando. Padahal bukan. Hewan mamalia yang satu ini bernama Sugar Glider (SG). Hewan nocturnal itu hidup di pedalaman hutan Papua, Maluku, dan Australia.

Jenisnya banyak. Namun, yang paling banyak disukai adalah jenis Leucistik. Harganya berkisar di angka Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per ekornya. Lebih murah ketimbang jenis Ture Platinum Mozaik yang mencapai Rp 25 juta per ekor.

Di Tasikmalaya, ada perkumpulan yang menaungi para pehobi SG, yaitu Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Regional Tasikmalaya. Di antara para pehobi itu salah satunya Zacky Winata.

Kini, ia beternak juga. Itu sudah dilakoninya sejak tiga tahun lalu. Ia mengaku, awalnya tidak berniat untuk beternak. Namun, melihat prospek yang bagus, dirintislah peternakan itu dengan modal awal Rp 11 juta untuk membeli sepasang indukan jenis Leucistik. Berhasil. Ia sukses mengawinkan indukan itu hingga menghasilkan empat ekor Joey, istilah untuk anakan Sugar Glider.

Dalam beternak Sugar Glider, menurut Zacky ada keuntungan tersendiri, karena dalam mengawinkannya bisa dengan sistem koloni. Dalam satu kandang bisa dimasukkan 1 jantan dan 4 betina. Itu menekan drastis modal yang harus dikeluarkan untuk membeli indukan jantan.

Menurutnya, Sugar Glider bisa kawin setelah usianya kurang lebih menginjak enam bulan.

Untuk menjual hasil ternakannya, Zacky biasa memasarkan dengan sistem online. Pengiriman luar kota menggunakan jasa kereta api. Sejauh ini, pembelinya banyak, mulai dari Bandung, Jakarta, Jombang, dan Surabaya.

Masalah harga, Zacky menyebutkan tergantung kondisi anakan. Jika ingin memperoleh nilai jual yang tinggi, Joey harus bersih, rapih, dan sehat. Untuk harga seekor Joey jenis Leucistik, Zacky membandrol harga dari mulai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Sedangkan untuk Joey jenis Classic Grey, ia mematok harga Rp 350 sampai Rp 500 ribu.

Kini, di rumahnya yang beralamat di Kampung Beleketek, Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, ia memiliki sekitar 40 pasang indukan dari berbagai jenis. “Kalau omzet perbulannya paling Rp 5 jutaan. Kalau lagi banyak stock Joey suka lebih,” sebutnya.

Jika ingin beternak SG, ia menyarankan untuk memilih jenis yang memiliki nilai jual tinggi, seperti Leucistik, Albino, Ture Platinum Mozaik, dan Piebald. “Lebih baik dari jenis yang mahal, karena perhitungannya begini; kita beternak berbagai jenis SG, misalnya antara Classi  Grey dan Leucistik. Porsi makan dan cara perawatannya sama, tapi nilai jualnya berbeda. Leucistik berada jauh di angka yang lebih tinggi,” tandasnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?