Jay | initasik.com
Birokrasi

Dari Lurah, 17 Tahun Kemudian Ivan Dicksan Jadi (Plt) Sekda Kota Tasik

initasik.com, birokrasi | Perjalanan karier Ivan Dicksan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbilang gemilang. Di usia 51 tahun, ia mencapai puncak jabatan di birokrasi dengan menjadi sekretaris daerah Kota Tasikmalaya.

Kendati baru pelaksana tugas (Plt), ia digadang-gadang bakal jadi sekda definitif, menggantikan posisi Idi S. Hidayat yang memasuki masa pensiun. “Jangankan jadi Plt Sekda, jadi kepala dinas pun saya tidak bermimpi. Mengalir seperti air saja. Yang penting bekerja dengan maksimal untuk hasil yang terbaik.” tutur Ivan.

Pria kelahiran Bandung, 3 Juli 1966, itu sampai sekarang memang masih diamanahi kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Sebelumnya Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan, dan Energi). Jabatan itu diembannya sejak 2013.

Jauh sebelum itu, 1996, Ivan menjadi CPNS di Dinas Sosial Jawa Barat Cabang Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu teman seangkatannya di CPNS adalah Imih Misbahul Munir. Kebersamaan Ivan dengan Imih bukan kali itu saja. Saat kuliah di Unpad, mereka satu fakultas; FISIP.

“Beliau (Imih) itu kakak kelas saya. Sama-sama aktivis. Selain di senat mahasiswa, saya aktif juga di Gerakan Mahasiswa Kosgoro dan organisasi lainnya,” sebut suami Eva Arifah dan ayah tiga anak itu.

Pengalaman berorganisasi itu membentuk Ivan menjadi pribadi yang luwes dalam menyikapi setiap keadaan, termasuk saat dirinya berada di  lingkungan birokrasi. Setiap dinamika yang terjadi dihadapi dengan matang.

“Prinsip saya, setiap tugas harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas, tapi juga memberikan hasil terbaik. Saya tidak ingin mengecewakan siapapun, termasuk pimpinan yang memberi tugas. Total dalam bekerja adalah mutlak,” tuturnya.

Tak terkecuali saat dirinya diamanahi jabatan lurah Tugujaya, Cihideung, pada 2000. Itu merupakan awal capaian terbaik dirinya setelah diangkat jadi PNS. Saat Kota Tasikmalaya terbentuk, 2001, otomatis ia masuk PNS Pemkot Tasikmalaya.

Di titik itulah perjalanan kariernya terus menanjak. Mulanya ia dipercaya jadi kasubid Infrastruktur di Bappeda. Kemudian jadi kasubag Perencanaan Program, masih di Bappeda. Pada 2006, ia dipindahtugaskan ke bagian setda. Jadi kasubag Perencanaan Program.

Lantas Ivan dipromosikan jadi Kabag TU di Dinas PU, lalu sekretaris dinas, sampai kepala dinas. Belum lama ini, ia ditunjuk jadi Plt sekretaris daerah. Banyak yang meyakini, Ivan bakal resmi menjadi komandannya para PNS.

Meski mengemban dua jabatan, kepala Dinas PPPP dan sekda, Ivan menegaskan, pihaknya akan menjalaninya secara profesional dan proporsional. Komunikasi dengan semua eleman wajib dibangun, termasuk dengan LSM yang suka berunjuk rasa.

“Siapapun boleh menyuarakan aspirasi melalui demonstrasi. Tapi itu terjadi mungkin karena kurang terbangun komunikasi. Kita akan lebih membangun komunikasi dengan siapapun dengan membuka ruang-ruang diskusi publik. Dengan silaturahmi, insya Allah akan mendapat solusi-solusi terbaik,” tuturnya.

Terpisah, ditanya apa alasan menunjuk Ivan jadi Plt sekda, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menjawab, “Dia bisa mewakili (PNS) yang muda dan yang senior. Juga yang bisa berkomunikasi ke dalam pemerintahan dan luar pemerintahan. Memang banyak calon yang lain, tapi kita berikan dia kepercayaan. Semuanya juga bagus. Untuk dijadikan definitif ada seleksi. Lihat nanti saja.” [Jay]

Komentari

komentar