Jay | initasik.com
Inspirasi

Dari Pangandaran, Sifa Ikut Ujian di Unsil Berharap Bisa Masuk Unpad

initasik.com, inspirasi | Sifa Hasta Marettina adalah satu dari 4.100 calon mahasiswa yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di sub-panlok Tasikmalaya Unsil, Selasa, 16 Mei 2017.

Kendati kondisi fisiknya tidak sesempurna peserta lain, warga Dusun Salakembang, Desa Selasati, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, itu tetap semangat mengikuti ujian. Ia berharap bisa masuk Universitas Padjadjaran kampus Pangandaran. Ada tiga pilihan program studi yang ia pilih, yaitu Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Peternakan.

Ibunda Sifa, Dedeh Adawiyah, menerangkan, putri keduanya itu memang memiliki semangat belajar yang tinggi. Sejak sekolah dasar, hasrat menuntut ilmunya tidak pernah surut. Bahkan, saat masih berseragam putih merah itu, Sifa diundang Pemerintah Kabupaten Ciamis (sebelum pemekaran daerah) menjadi peserta Biantara Basa Sunda.

“Dia ingin terus menimba ilmu, meskipun keadaan fisiknya seperti itu. Katanya ingin memberi semangat dan insprasi kepada yang lain. Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk memperluas wawasan,” tutur Dedeh di sela menunggu Sifa mengisi soal-soal ujian.

Untuk bisa mengikuti SBMPTN di Unsil, Dedeh dan Sifa berangkat dari rumah sejak kemarin siang. Ia menginap di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya. Sebagai orangtua, Dedeh mengaku mendukung apapun keinginan anaknya, selama itu positif.

“Dia sering bilang, cita-citanya itu ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Ingin memanfaatkan ilmu yang didapat waktu sekolah. Ingin memajukan daerah. Sebagai ibunya, tentu saya harus mendukungnya,” tandas Dedeh.

Menurutnya, Sifa lahir pada 12 Maret 1996. Lantaran fisiknya terkena kerapuhan tulang, ia terlambat masuk sekolah. Beda dua tahun dengan teman-teman seusianya. Kendati begitu, Dedeh tidak menangkap kesedihan mendalam dalam diri Sifa. Ia tetap semangat menjalani hidupnya. “Saya sudah menerima takdir ini. Pasrah. Ini pasti yang terbaik bagi kita,” ucap Dedeh menirukan ucapan Sifa.

Selain Sifa, ada satu lagi peserta ujian yang mengalami kondisi serupa. Dia adalah Sri Mulyani, warga Lingkungan Kota Kulon, Ciamis. Ia memilih program studi Ilmu Hukum (Unpad), Informatika (Universitas Sebelas Maret), dan Kesehatan Masyarakat (Unsil). [Jay]

Komentari

komentar