Syaepul | initasik.com
Ekbis

Dari Sampah Mereka Mendulang Uang Jutaan Rupiah

initasik.com, eksbis | Dari sampah mereka mendulang uang hingga jutaan rupiah. Dalam sepekan bisa mendapat Rp 7 juta. Punya lebih dari satu truk dan bisa menggaji pegawai. Jadi usaha andalan keluarga.

Eti, salah seorang pengepul sampah, mengatakan, awalnya usaha yang dijalankannya sejak 2001 itu hanya kecil-kecilan. Tidak terpikir akan berkembang seperti sekarang. Selain menghimpun barang bekas di rumahnya, juga memiliki tempat di sekitaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), Ciangir, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

“Saya berbagi tugas dengan suami. Saya menjaga tempat di Ciangir, suami di rumah. Dalam  dua minggu bisa mengumpulkan dua ton barang-barang bekas. Dipilah dulu di sini, baru dikirim ke si bos,” tutur warga Cilendek, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya itu.

Sekali kirim, ia bisa dapat uang Rp 7 juta. Pengirimannya  masih di sekitaran Tasikmalaya. Menurutnya, usaha tersebu  tidak ada habis-habisnya. Transaksinya pun tunai. Tidak mengenal cek dan giro. Setiap ada barang langsung dibayar tunai.

“Awalnya saya diam di rumah. Tidak punya kerjaan. Kalau suami tukang ojek di persimpangan Cilendek. Semua kerjaan pernah dia coba, mulai berkeliling mencari aki ke rongsokan-rongsokan. Dari situ awalnya kami kenal usaha seperti ini. Sekarang sudah pegang empat truk, sepuluh pemulung, dan lima karyawan,” terang istri Ateng itu.

Berkat usahanya itu ia bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga dan menyekolahkan ketiga anaknya. Menjadi satu-satunya usaha andalan keluarga. “Alhamdulillah. Sekarang bisa memiliki usaha yang tetap. Kalau punya modal lebih, nanti ingin punya penggilingan sendiri. Bukan hanya menjadi pengepul,” harapnya.

Baca: Memungut Remah Harapan di Tempah Pembuangan Sampah

Pengepul lain, Dayan, menceritakan, usaha tersebut diwariskan orangtuanya. Dalam membangun usahanya, ia selalu mengikuti TPSA. Membuka tempat di sekitarannya untuk memudahkan mobil pengangkut mengirimkan barang untuknya.

Soalnya, ia hanya mengandalkan truk pengangkut sampah untuk mengumpulkan sampah. Dalam sehari, mobil tersebut bisa mengirimkan enam ton sampah yang harus dipilah.  “Tidak menerima dari pemulung. Saya hanya memegang truk. Banyaknya ada empat mobil. Di sini dipilah lagi sama lima orang pekerja,” tuturnya.

Setiap barang bekas, sebut Dayan, masing-masing ada bosnya. Kebanyakan berdomisili di Tasik. Paling jauh ke Ciamis. Sekali kirim ia pun biasa dapat uang sekitar Rp 7 juta. “Pengirimannya kadang satu minggu sekali, kadang dua minggu sekali. Tidak tentu, tergantung beresnya barang saja,” ujar warga Singkup, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya itu. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?