Informasi

Data Kembali Warga Miskin dan Yatim Piatu

initasik.com, informasi | Bantuan-bantuan dari pemerintah, mulai program keluarga harapan sampai BPJS dinilai masih banyak salah sasaran. Mereka yang seharusnya tidak menerima bantuan, karena termasuk mampu, malah mendapatkan bantuan, dan mirisnya itu terjadi bertahun-tahun.

Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, menilai, hal itu terjadi lantaran data yang digunakan masih menggunakan data lama. Untuk itu, ia menginstruksikan kepada para camat hingga ketua RT untuk melakukan pendataan terkait keberadaan anak yatim piatu dan masyarakat yang tidak mampu.

Saat memberi sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam dan milad ODOZ ke-5 di Pondok Pesantren Manahijul Huda, Tejamaya, Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Rabu, 20 November 2019, Ade mengakui, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum memiliki data valid tentang jumlah anak yatim piatu dan warga kurang mampu.

Untuk itu, bupati menegaskan, penting dilakukan pendataan kembali untuk mendapatkan angka terkini soal jumlah anak yatim dan warga tidak mampu secara ekonomi, sehingga bantuan dari pemerintah lebih tepat sasaran. “”Ngawitan dina tahun ieu, pribados ngainstruksikeun pak camat sareng kepala desa, kadituna ka pak RW sareng pak RT, pangdatakeun anak yatim piatu nu aya di wewengkon urang,” ujarnya.

Selain anak yatim piatu, hal lain yang juga akan dilakukan pendataan ulang adalah keberadaan masyarakat miskin di Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, sampai saat ini data kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya masih belum optimal.

Ada banyak data yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pasalnya, data yang dipakai sampai detik ini adalah data BPS tahun 2011. Alhasil, bantuan-bantuan untuk masyarakat miskin yang disalurkan oleh pemerintahpun tidak tepat sasaran. [wrd/initasik.com]