Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Wahyu Purnama, mengecek rastra yang menumpuk di Bulog | initasik.com
Birokrasi

Data Penerima Rastra Belum Valid, Ratusan Ton Beras Menumpuk di Bulog

initasik.com, birokrasi | Ratusan ton beras sejahtera (Rastra) menumpuk di gudang Bulog subdivre Ciamis Wilayah VII Divre Jabar, Jl. Mayor SL Tobing, Kota Tasikmalaya. Penyebabnya, data penerima rastra belum valid.

Kepala Bulog subdivre Ciamis Wilayah VII Divre Jabar, Sulais, menjelaskan, beras-beras yang menumpuk itu belum bisa dibagikan kepada yang berhak menerima, karena datanya masih diverifikasi.

“Kami masih menunggu dari Dinas Sosial. Kami, kan, sifatnya melayani. Begitu ada pemintaan dari Dinsos, kami siap mendistribusikan,” ujar Sulais di sela pemantauan persediaan barang jelang Ramadan yang diikuti pejabat dari Bank Indonesia dan Pemkot Tasikmalaya, Rabu, 24 Mei 2017.

Menurutnya, mulai tahun ini pola pendistribusian rastra (sebelumnya raskin) sudah diubah. Ada dua pola. Satu, satu bantuan pangan langsung. Dua, bantuan pangan nontunai (BPNT) yang menggunakan kartu gesek. Kartu itu bisa dimanfaatkan di agen-agen di penyaluran yang sudah diberi wewenang.

Di Kota Tasikmalaya, jumlah keluarga penerima manfaat ada 49.617. Masing-masing dapat sepuluh kg beras, plus dua kg gula putih. Namun, yang baru diberi baru sebagian. Bulog baru mendistribusikan rastra hanya di Januari.

Praktis, selama empat bulan sampai sekarang belum didistribusikan. Beras menumpuk di Bulog, sehingga hampir di tiap bungkusan beras ada kutunya. “Itu karena terlalu lama disimpan. Idealnya dua berjalan sudah langsung disalurkan. Kalau nanti akan didistribusikan, beras-beras itu akan kami olah dulu. Alatnya ada. Jadi, beras bersih dari kutu-kutu. Itu tidak akan mengurangi kualitas,” tutur Sulais.

Diwawancara di tempat yang sama, Asda 2 Setda Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi, mengaku belum tahu kendala proses verifikasi penerima rastra.  “Kita akan panggil dinas terkait. Sampai detik ini kita belum mendengar kendalanya apa,” dalihnya. [Jay]