Dok. initasik.com
Informasi

Deddy Mizwar Nilai Negara Gagal Perangi Pungli

initasik.com, informasi | Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menilai, negara gagal dalam memerangi pungutan liar alias pungli. Ia bercerita pengalamannya melakukan operasi pungutan liar (pungli) di tempat-tempat pertambangan di Kabupaten Bogor.

Dalam operasi selama satu jam, katanya, lima buku tilang habis dipakai menindak truk-truk yang tidak punya kelengkapan surat kendaraan. Malah ada truk yang dibawa anak usia 15 tahun. Banyak pula yang KIR dan STNK-nya bermasalah.

“Punglinya sulit dihindari. Di Bogor, dari tempat penambangan sampai tujuan, kemarin suplai ke reklamasi Jakarta, itu satu rit Rp 200 ribu punglinya. Jadi, satu hari sampai Rp 600 juta punglinya. Dalam sehari ada 3.000 ribu rit,” sebutnya saat memberi sambutan dalam penyerahan hadiah Wahana Tata Nugraha 2016, di Gedung Serbaguna Bale Kota Tasikmalaya, Kamis, 23 November 2017.

Menurutnya, kalau ada pungli seperti itu, dipastikan ada kendaraan yang overtonase. Kelebihan muatan itu pasti akan membuat jalan cepat rusak, sehingga merugikan masyarakat sekitar. Bisa pula menyebabkan penyakit ISPA, karena paparan debu.

“Saber Pungli di Bogor tidak bergerak. Saya kerja sama dengan Saber Pungli Polda tidak tembus juga. Saya sudah berbicara dengan Pak Presiden, tidak bisa juga. Negara tidak bisa juga mengatasi itu,” tandasnya.

Ia menyebutkan, penyimpangan-penyimpangan di bidang perhubungan sampai sekarang masih marak. Untuk itu, Deddy mengajak setiap kepala daerah agar memperketat pengeluaran izin-izin usaha pertambangan dan selalu melakukan pengawasan serta penindakan. [Syaepul]