Etalase

Demam Akik Mewabah

Kota Tasik | Batu akik sedang meraja. Tua muda menggilainya. Pria wanita. Anak kecil juga. Mewabah. Tak heran, pameran pasar batu akik dan batu mulia yang digelar di Mayasari Plaza, Kota Tasikmalaya, Jumat-Minggu, 27-30 November 2012, dikerumuni pengunjung. Puluhan lapak penjual batu ali dikerubuti.

Nita Novia (25), salah seorang pengunjung, mengaku menyenangi batu ali sejak beberapa bulan lalu. Ia tertarik mengoleksi hiasan yang biasanya didominasi kaum adam itu lantaran keunikannya. “Di rumah ada beberapa yang ukurannya kecil. Engga yang mahal-mahak koq, sekitar Rp 100 ribuan,” ujarnya kepada initasik.com, di lokasi pameran.

Peserta pameran, Eep Hanapi, mengaku baru satu tahun menggeluti bisnis batu ali. Namun, perkembangannya menjajikan. Sehari omzetnya mencapai dua juta rupiah. Bahkan lebih.

“Sebenarnya saya suka batu ali sejak lama. Saya kerja di kapal pesiar. Tiap singgah di beberapa negara, saya beli batu. Hanya untuk dipakai. Seperti yang ini. Ini saya beli di Amerika Serikat. Namanya Royal Star Blue Safir. Harganya Rp 35 juta,” tutur Eep sembari menunjukkan batu ali seukuran kuku kelingking orang dewasa.

Kini, setelah dijadikan lahan bisnis, selain batu-batu mulia, seperti Rubi, Zamrud, Garnet dan yang lainnya, Eep juga menjual akik lokal. “Sekarang sedang ramai batu, sehingga batu lokalan pun jadi terangkat namanya. Bisnis ini menjajikan. Harga di pasaran gelap. Tidak ada patokannya,” tandasnya.

Amel, peserta pameran lainnya, mengutarakan hal senada. Warga Cikoneng itu mengaku sudah berbisnis batu akik sejak awal 2013. Namun, ia lebih berkonsentrasi menjual batu Garut yang menurutnya sudah go international. “Kelas paling mahal adalah jenis ohen dan edong. Mereka adik-kakak yang pertama kali menemukan batu jenis itu. Batu mentahan yang beratnya 4 kg sudah ada yang beli Rp 4,5 miliar,” sebutnya.

Dalam pameran itu ia mengaku sudah menjual mentahan batu garut berukuran kurang dari 20 cm seharga dua juta rupiah. “Saya bawa lima keping (mentahan), sekarang tinggal satu. Ini saya punya koleksi batu ohen, tapi tinggal satu. Saya mau jual Rp 10 juta, baru ada yang menawar Rp 5 juta,” katanya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar