Peristiwa

Demo BEM STHG Memanas; Turunkan Bendera, Cegat Mobil Dinas

Kota Tasik | Unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya di kompleks DPRD Kota Tasikmalaya diwarnai kericuhan, Kamis, 29 Oktober 2015.

Demonstrasi yang diikuti kurang dari 40 orang itu semula berjalan biasa saja. Mereka meminta dihadirkan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin. Namun, katanya dia sedang studi banding ke Lampung. Massa tak percaya. Mereka lantas merapat ke ruang kerja Agus. Politisi PPP itu memang tidak ada di tempat.

Pengunjuk rasa kemudian naik ke ruang paripurna di lantai dua. Beberapa orang sempat memukul pintu, lalu turun lagi menuju tiang bendera. Di saat inilah suasana mulai memanas. Massa yang hendak menurunkan bendera menjadi setengah tiang, dicegah polisi. Kedua kubu sempat bersitegang.

Setelah terjadi adu argumen, mahasiswa akhirnya menjauh dari tiang. Salah seorang orator beranjak sambil menendang tong sampah. Polisi berteriak, “Woy, jangan merusak!”

Teriakan itu membuat seorang pengunjuk rasa naik pitam. “Siapa yang merusak?” bentaknya sambil menghampiri polisi. Kericuhan tak terhindari. Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Ricky Lesmana, sigap menenangkan anggota agar tak terpancing suasana. Keributan yang lebih parah pun akhirnya bisa diredam.

Massa kemudian merangsek ke jalan. Mereka membuat blokade, sehingga memacetkan arus lalu-lintas. Terlebih saat sebuah mobil dinas berplat merah datang dari arah timur. Mobil dengan nomor polisi Z 115 H itu dicegat massa, dan beberapa orang menaiki kapnya.

Dalam aksi itu mahasiswa menuntut lima hal kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, di antaranya segera lakukan kebijakan penyelamatan ekonomi Indonesa, lakukan negosiasi ulang terhadap Freeport, tegas dalam reformasi hukum dan pemberantasan korupsi.

“Apabila dalam waktu ke depan pemerintah tidak melakukan perbaikan secara signifikan, maka mahasiswa dan rakyat memohon hormat agar Jokowi mundur dari kursi presiden,” tulis Presiden BEM STHG Burhanudin Muslim dalam rilisnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar