Syaepul | initasik.com
Inspirasi

Dengan Membaca, Adi Rizki Sukses Menanam Sayuran Hidroponik

initasik.com, inspirasi | Adi Rizki, warga Awipari, Kota Tasikmalaya, semula hanya iseng menanam sayuran hidroponik. Awalnya memang suka bercocok tanam. Senang dengan nuansa hijau. Alami. Meneduhkan. Tak heran, di rumahnya banyak pepohonan.

Saat kali pertama mendengar ada sayuran hidroponik, ia lantas mencari tahu. Membaca buku. Berselancar di dunia maya. Menelaah lingkungan. “Sekarang sawah dan kebun semakin berkurang, sementara kita butuh suplai makanan yang menyehatkan,” ujarnya.

Meski tidak punya latar belakang pertanian, Agustus 2016 Adi memberanikan diri mencoba menanam sayuran hidroponik. Wadah berukuran 60×40 cm dijadikan media pertama untuk belajar. Wadah itu dibuat sembilan lubang. Berhasil. Sayuran tumbuh hijau. Kemudian ia membuat media tanam dari pipa paralon berukuran satu meter yang dibuat 60 lubang. Semua sayuran ditanam.

“Saya tidak punya background di bidang pertanian. Hanya mengandalkan buku dan internet. Belajar otodidak. Terus saya langsung praktik. Alhamdulillah berjalan,” aku suami Neni Kurnia.

Sayuran hidroponik yang ia tanam asalnya untuk keperluan sendiri. Konsumsi keluarga. Di luar dugaan, ternyata direspons bagus oleh pasar. Asalnya untuk kebutuhan sendiri, akhirnya bisa dijual. Karenanya, Adi memperluas kebunnya. Sekarang sudah ada 8.000 lubang tanaman. Dari sepuluh lubang bisa panen 1 kg sayuran. Dalam sebulan bisa panen satu ton.

Bedanya, pada saat belajar semua sayuran ditanam, sekarang hanya salada. Nilai jualnya bagus. Satu kg bisa laku Rp 20.000. Adi memasok kebutuhan hotel dan restoran di Tasikmalaya. Hebatnya, meski belum dipanen, sayuran hidroponik milik Adi sudah dipesan duluan. Istilahnya sudah ada yang punya.

Kepada siapapun yang ingin menanam sayuran hidroponik, ia sarankan jangan mudah menyerah. Semuanya butuh proses. Apapun itu. Kuncinya berani mencoba dan konsisten. Mesti tekun. Jangan putus asa saat gagal. “Saya juga begitu. Beberapa kali gagal. Sayuran jadinya kutilang alias kurus tinggi langsing. Itu karena kurang sinar matahari,” sebutnya.

Baca Juga: Sebelum Dipanen, Sayuran Hidroponik Milik Adi Sudah Dipesan Hotel dan Restoran

Setelah beberapa kali gagal, akhirnya ia jadi paham. Bagaimana memberinya nutrisi, mengatur tingkat PH air, apa yang harus dilakukan saat diserang hama dan lainnya. “Pipa-pipa harus dibersihkan rutin, setiap pagi, siang, dan sore. Ketika ada hama-hama, matikan secara manual. Ambil hamanya. Kalaupun harus disemprot, pakai pestisida organik,” sarannya. [Syaepul]

Komentari

komentar