Ist
Inspirasi

Desainer Ahmad Anggara Bangga Bisa Tampil di Cina

initasik.com, inspirasi | Sebelumnya tidak pernah terlintas di benak Ahmad Anggara untuk terjun menekuni dunia fesyen. Pria yang baru-baru ini diundang untuk mempertontonkan karyanya di Beijing, Cina, ini mulanya iseng merancang pakaian.

Debutnya dimulai dengan membuat baju tari untuk pertunjukan di tempatnya menimba ilmu, Universitas Siliwangi, 2013. “Karena ada ketertarikan dalam bidang gambar menggambar, saya coba mengembangkan bakat dengan membuat desain pakaian untuk teman yang hobi foto. Dia sebagai foto model mengajak saya dalam setiap acara pemotretannya,” kata mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat ini.

Pada 2014, Angga, sapaan akrabnya, mulai membuat kebaya untuk wisuda dan kebaya pernikahan. Tahun ini cukup bersejarah bagi kiprah Angga di dunia fashion. Setelah merancang kebaya wisuda dan pernikahan, satu persatu klien mulai berdatangan. “Ada telepon untuk mengajak saya jadi vendor wardrobe dalam wedding,” kata pria kelahiran Ciamis, 16 November 1993 ini.

Setahun berselang, dia memberanikan diri untuk membuka brand Anggara Bridal dan merancang lebih banyak kebaya dan gaun pengantin. “Satu tahun setelahnya, saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengisi pagelaran fashion show dalam Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya, juga di acara UBS Gold, pemesanan kebaya dan gaun untuk wedding juga mulai berjalan lancer saat itu,” kata Angga.

Kiprahnya sebagai desainer semakin naik ketika Angga mendapatkan job wedding internasional pertama di luar kota tepatnya di Bali, 2017. Di tahun yang sama, Angga masih berkesempatan untuk mengisi fashion show dalam Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya.

“Yang paling membanggakan sejauh ini adalah ketika diundang oleh teman saya, Khansa yang bersekolah di Nanjing Cina untuk mengisi acara pertukaran budaya yang digelar PPIT Nanjing 2018 bulan April lalu,” ujarnya.

Di Nanjing, dia bertemu dengan Prof. Yenni Thamrin, ketua umum Indonesian Diaspora Network-Cina. Tanggal 27 Mei 2018, Angga kembali diundang untuk melakukan fashion show di World Center Beijing yang dihadiri oleh duta besar Indonesia untuk Cina, jajaran kepolisian, serta pengusaha wanita Beijing. “Jenis busana yang diperagakan yaitu kebaya ciri khas Indonesia dan perpaduan tradisional moderen gaun dengan sentuhan tradisional,” katanya.

Lewat pengalamannya tersebut, Anggara berharap kiprahnya di dunia fesyen, khususnya kebaya, bisa semakin bekembang. “Semoga nanti aka nada lagi fashion show yang lebih besar,” harapnya. [KL]

Komentari

komentar