Peristiwa

Desak Kades Cikadongdong Dicopot, Massa Bentrok dengan Polisi

initasik.com, peristiwa | Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Lembur (Gempur) berunjuk rasa di depan kantor Setda, Kamis, 22 Maret 2018. Mereka menuntut agar Kepala Desa Cikadongdong, Singaparna, Sarip Hidayat, diberhentikan secara paksa dari jabatannya lantaran terindikasi korupsi.

“Ini bukan kali pertama dia terindikasi korupsi. Pada anggaran tahun 2016 lalu, di tahun 2017 ia pernah kedapatan menyelewengkan dana saat kegiatan Rabat Beton PTP. Dulu kita sudah islah, dan ia bersedia mengganti kerugian yang diderita masyarakat. Sekarang, kisah itu terjadi kembali,” terang Ketua Karang Taruna Desa Cikadongdong, Aceng Subhani.

Ia menilai, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah gagal dalam memberikan pengawasan kepada seluruh desa. “Slogan Gerbang Desa, tapi kenyataannya banyak penyimpangan anggaran di desa. Penyalahgunaan anggaran desa bukan hanya terjadi di desa kami. Di desa lain juga ada yang sama,” tuturnya.

Aceng mendesak Pemkab Tasik dan aparat kepolisian secepatnya mengusut tuntas permasalahan tersebut. “Dulu, kantor desa hanya sebatas bangunan yang terbuat dari bambu. Namun saat itu masyarakat tidak kekurangan beras dan pekerjaan. Tapi sekarang, anggaran begitu besar dikucurkan ke desa, tapi banyak masyarakat yang ditindas dan merasa dizalimi oleh kepala desa yang korup,” bebernya.

Unjuk rasa tersebut diwarnai bentrok dengan polisi. Massa memaksa masuk ke gedung setda untuk bertemu dengan para pejabat, namun diadang polisi. Bentrok. “Kami datang ke sini untuk menyuarakan aspirasi kami sebagai masyarakat yang terzalimi, tapi kenapa kami dipukuli? Polisi jangan arogan. Kami bisa membawa massa yang lebih banyak. Kalau harus mati di sini untuk memperjuangkan hak rakyat, saya siap,” tandas Aceng. [Eri]