Etalase

Devs Biker Shop; Berawal dari Hobi, Beromzet Puluhan Juta Rupiah

initasik.com, etalase | Orang bilang, hidup ini menjadi penuh warna indah ketika dari hobi bisa mendatangkan uang. Kesenangan tetap dilakoni, usaha pun tetap jalan. Itupun yang dirasakan Devy Yustiana, pemilik toko perlengkapan touring, Devs Biker Shop (DBS), di bilangan Jl. R.E. Martadinata, Kota Tasikmalaya.

Kecintaannya pada kendaraan membuat pria kelahiran 1978 itu, memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai koki di pelayaran. Keputusan itu diambilnya bukan tanpa alasan. Penuh pertimbangan dan dipikirkan matang-matang.

“Soalyna, kan, kalau pekerjaan yang dibareng hobi itu pasti dinikmati, Alhamdulillah jadi seperti ini. Bela-belaan saya berhenti kerja, akhir 2014. Dalam jangka waktu sebulan setelah keluar kerja, saya langsung buka ini toko. Awalnya saya hanya nyetock barang dua sampai tiga barang saja,” tuturnya.

Garasi rumahnya ia sulap jadi toko. Untuk menarik konsumen, ayah dua anak itu mengandalkan jaringan pertemanan. Kendaraan miliknya dimodifikasi, sehingga orang-orang penasaran. Mereka bertanya, dari mana mendapatkan aksesoris seperti yang dipasangnya.

“Saya hobi dengan motor. Otomatis jaringan saya di dunia bikers banyak anak-anak klub. Jadi, senjata saya dalam berjualan itu adalah silaturahmi. Terus ketika saya mengubah motor sendiri, secara tidak langsung saya lagi menawarkan,” paparnya.

Dalam berbisnis, modal utama adalah semangat dengan penuh keyakinan. Juga, selalu berlaku ramah pada konsumen dengan mengajak berinteraksi. Ia meyakini, mereka yang kini memiliki toko besar awalnya kecil. Tidak ujug-ujug besar. Bertahap.

“Soal rezeki sudah ada yang mengatur. Yang penting saya nyambung silaturahmi terus, dan selalu semangat dalam berikhtiar. Alhamdulillah, omzet per bulan rata-ratanya Rp 70 jutaan. Pernah juga tembus Rp 90 juta,” ungkapnya.

Ia mengklaim, barang yang ada di tokonya belum tentu ada di toko lain. Misalnya, box, pannier, baket, sepatu, protector, tanbag, sidebag dan lainnya. Barang-barang seperti itu memang susah dicari. “Kalaupun barangnya tidak ada di sini, saya bisa bantu cariin,” pungkasnya. [Syaepul]

Komentari

komentar