Dok. initasik.com
Parlemen

Dewan Wanti-wanti Pembangunan Pusat Promosi Kerajinan Kota Tasik

initasik.com, parlemen | Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Jeni Jayusman, mewanti-wanti eksekutif terkait rencana pembangunan pusat promosi kerajinan yang bakal menghabiskan anggaran besar.

Untuk pembebasan lahannya saja, Pemkot Tasikmalaya mengajukan anggaran Rp 28 miliar. Badan anggaran DPRD Kota Tasikmalaya menyetujui pengajuan itu, meski ada pengurangan sekitar Rp 8 miliar.

“Saya lupa lagi angka pastinya. Kalau tidak salah dikurangi Rp 8 miliar. Jadinya Rp 20 miliaran kalau tidak salah. Tapi yang pasti kita memang telah menyetujui usulan anggaran untuk pembebasan lahan itu,” terang Jeni.

Ia beralasan, meski sebelumnya terjadi pembahasan alot, legislatif akhirnya menerima pengajuan itu lantaran eksekutif berhasil meyakinkan agar rencana itu didukung oleh DPRD. Anggaran pun diketuk palu.

“Langkah berikutnya jangan sampai keyakinan itu tidak terbukti. Nanti harus sesuai dengan yang dipaparkan pemerintah. Mereka mengajukan anggaran besar, dan kelak pusat pemasaran itu harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas,” paparnya.

Berkaca pada yang sudah terjadi, Jeni menyebutkan, Pemkot Tasikmalaya gagal dalam memanfaatkan bangunan-bangunan serupa. Salah satunya outlet batik di daerah Cigeureung, Cipedes.

Baca juga: Butuh Lahan Pusat Pemasaran Produk UMKM, Pemkot Tasik Ajukan Anggaran Rp 28 Miliar

“Pemkot pernah memiliki membangun seperti itu dan tidak jalan. Pemerintah harus berkaca pada pengalaman itu. Permasalahan utamanya adalah bagaimana mendesain Kota Tasik menjadi kota destinasi wisata. Setelah menjadi destinasi, otomatis akan terjadi banyak transaksi. Itu sebenarnya yang harus dijadikan bahan pemikiran serius,” beber Jeni. [Jay]

Komentari

Komentari