Ekbis

Di Awal Musim Durian, Jajang Dapat Omzet Rp 25 Juta Sehari


initasik.com, ekbis | Musim durian datang, ramai-ramai orang dagang. Ada di mana-mana. Mudah mendapatkan penjual durian. Beragam media dimanfaatkan, mulai dari trotoar hingga mobil terbuka. Salah satunya Jajang Suhendar.

Pria berusia 54 tahun itu kerap menantikan musim durian. Untungnya besar. Begitupun sekarang. Di awal musim durian, ia mengaku mendapat omzet Rp 25 juta dalam sehari. Seiring mulai banyaknya pedagang, penghasilannya menurun. Namun, itupun tetap terbilang besar. “Kalau sekarang paling dapat Rp 6 juta,” sebut warga Kampung Cibonggol, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, itu.

Ia menyebutkan, durian yang dijualnya dikirim langsung dari Lampung. Dalam satu minggu bisa dikirim dua kali. Sekali pengiriman mencapai 1.200 buah durian. Ia menjual durian-durian itu mulai harga Rp 25 ribu sampai Rp 80 ribu. Tergantung jenis.

Menurutnya, durian memiliki batas kualitas akhir sampai hari ke lima sejak dipetik. Untuk durian yang usianya sudah melebihi 5 hari, biasanya durinya akan berwarna hitam. Tapi kualitasnya masih cukup baik dan manis. Hanya saja tampilanya kurang bagus. “Saya paling menjualnya Rp 10 ribu untuk durian yang usianya sudah lewat lima hari. Tergantung ukuran,” tandasnya.

Saat musim sudah habis, Jajang kembali ke rutinitas awal. Menjual bibit durian. Satu bibit berukuran 46 cm, ia jual Rp 250 ribu. Jenisnya banyak, mulai dari durian montong Sun Go Koong, Durian Bangkok, sampai durian bawor.

“Bibit durian montong Sun Go Koong lebih banyak digemari karena dagingnya lebih tebal. Bijinya juga kecil. Gepeng. Kelemahanya tidak bisa ditanam ulang,” sebutnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?