Birokrasi

Di Hari Jadi ke-387, Bupati Tasik Papar Pencapaian Kinerja

initasik.com, birokrasi  | Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, memaparkan pencapaian kinerja pemerintahan yang dipimpinnya. Itu disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya terkait Hari Jadi ke-387 Kabupaten Tasikmalaya, di gedung dewan, Jumat (26/7).

Untuk mencapai visi Kabupaten Tasikmalaya yang religius Islami, dinamis, dan berdaya saing di bidang agrobisnis berbasis pedesaan, ada empat misi yang telah dan sedang dibangun.  Misi pertama adalah mewujudkan masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, dan berkualitas.

Menurutnya, telah banyak pencapaian dalam misi pertama itu. Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan usia dini, misalnya, di 2018ditargetkan 65 persen, tercapai 65,56 persen. “Alhamdulillah melebihi target,” ujarnya.

Selain itu, APK SD/sederajatmencapai 110,64 persen. Itu meningkat 6,59 dari capaian 2017. Sedangkan APK SMP/sederajat pada 2018 mencapai 104,98 persen. “Selanjutnya meningkatnya persentase jumlah keluarga sehat dari 7,40 persen meningkat jadi 29,89 persen pada 2018,” sebut Ade.

Begitupun dengan balita gizi buruk yang pada 2017 sebesar 0,07 persen, turun jadi 0,02 persen.Angka kemiskinan pun menurun, dari 189.350 jiwa atau 10,84 persen, menjadi 172.410 atau 9,98.

Adapaun misi kedua adalah mewujudkan perekonomian yang tangguh dalam agrobisnis dan parawisata. Ade menyebut ada pencapaian positif, seperti meningkatnya produksi olahan pertanian dari 26.709 ton pada 2017, meningkat jadi 29,011 ton pada 2018.

Produksi perikanan meningkat 11,75 persen jadi 63.574 ton.Meningkatnya jumlah UMKM dari 34.402 jadi 34.790. “Jumlah investor juga meningkat dari 408 jadi 539. Sedangkan jumlah wisatawan yang semula 1.419.119 orang jadi 1.421.728 orang,” ungkapnya.

Misi ketiga, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pencapaiannya, hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instandi Pemerintah (SAKIP) pada 2018 mendapat B, padahal tahun sebelumnya CC. Begitupun pelayanan publik menjadi lebih baik, dan evaluasi penyelenggaraan pemda yang dilakukan pemprov hasilnya tinggi.

Misi keempat, meningkatkan ketersediaan infrastruktur. Pencapaiannya, ruas jalan dalam kondisi baik dan sedang 67,72 persen, sedangkan pada 2017 tercatat 66,03 persen. Selain itu, jembatan dalam kondisi baik telah mencapai 94,94 persen, sedangkan pada 2017 sekitar 94,71 persen.

“Kami juga berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur, seperti jalan Cisinga yang telah tersambung dua jembatan Cidahu dan Cibodas. Juga pembangunan jembatan Cikupang yang menghubungkan Puskesmas Tinewati dengan pusat perkantoran,” paparnya.

Ade mengakui, meskipun sudah banyak keberhasilan, namun masih banyak tantangan yang mesti dituntaskan. Kemiskinan masih tinggi, peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidukan dan kesehatan, penyediaan infrastruktur dasar yang strategis, penyediaan lapangan kerja, peningkatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, reformasi birokrasi, dan mitigasi bencana.

“Semua itu harus kita jawab bersama. Tantangan ke depan akan lebih berat, apalagi dengan adanya globalisasi dan perdagangan bebas yang menuntut untuk meningkatkan kualifikasi dan daya saing. Hanya dengan daya saing yang tinggi kita tidak akan tergerus,” tandasnya. [initasik.com/jay]