Kus | initasik.com
Peristiwa

Di Hari Pendidikan Nasional, Dosen Unsil Tuntut Rektor Ubah Kebijakan

initasik.com, peristiwa | Bertepatan Hari Pendidikan Nasional, puluhan dosen Universitas Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, menggelar audiensi dengan pihak rektorat, Selasa, 2 Mei 2017. Mereka menuntut rektor mengubah kebijakan-kebijakannya yang dirasa merugikan.

Perwakilan dosen, Prof. Kartawan, mengatakan, ia dan rekan-rekannya mempertanyakan segala persoalan yang disebabkan kebijakan rektor. Misalnya banyaknya tunjangan yang hilang, terjadinya dikotomi antara dosen PNS dan nonPNS, kebijakan mengajar, sampai masalah absensi fingerprint.

Mantan rektor Unsil sebelum jadi perguruan tinggi negeri itu mengaku keberatan dengan kebijakan-kebijakan kampus. “Kami berkumpul di sini untuk mempertanyakan berbagai persoalan. Semoga ada solusi dan jawaban yang lebih baik bagi semuanya demi pendidikan yang lebih maju,” tandasnya.

Merespons tuntutan tersebut, Rektor Unsil Prof. Rudi Priyadi, menegaskan, di kampusnya tidak ada dikotomi antara dosen PNS dan nonPNS. “Kami normatif saja, karena aturannya sudah jelas. Namun memang tunjangan dan lainnya banyak yang hilang. Itu disebabkan banyaknya temuan BPK atas pengeluaran yang tidak sesuai aturan. Setelah diberitahu ada pengeluaraan yang salah dan akan menjadi persoalan hukum, maka kami coret,” tuturnya.

Terkait persoalan mengajar, absensi melalui fingerprint dan yang lainnya, itu bisa dicari jalan tengahnya. Pada prinsipnya, ia tidak akan membuat susah dosen Unsil. Kendati begitu, Rudi berharap, semua memahami aturan yang berlaku.

“Tapi, absensi dengan dengan fingerprint itu penting, karena terkait kebijakan uang makan Rp 30.000. Kami berupaya semaksimal mungkin bagi kepentingan semua,” tandas rektor. [Kus]

Komentari

komentar

Komentari

Komentari