Informasi

Di Saat Atlet Lain Menyaksikan Rampak Kendang, Santri Asal Garut Pilih Baca Alquran

initasik.com, informasi | Seorang santri yang juga atlet Pekan Olahraga dan Seni antarPondok Pesantren Daerah Wilayah (Pospedawil) Jawa Barat asal Garut memilih membaca Alquran saat menunggu pembukaan agenda, di GOR Sukapura Kota Tasikmalaya, Senin, 28 Agustus 2017.

Di saat teman dan atlet lainnya asyik menyaksikan penampilan rampak kendang, ia hanyut membaca kalam Ilahi. Lama dia melakukan itu. Initasik.com segan mewawancarinya, khawatir mengganggu.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, yang membuka acara mengaku bangga, karena saat ini keberadaan santri tidak lagi dipandang sebelah mata. “Sekarang santri semakin populer, dibanding beberapa tahun ke belakang. Dulu santri identik dengan sarungan dan kampungan. Sekarang tidak. Santri sudah merupakan bagian integral dari dunia pendidikan nasional,” tuturnya.

Menurutnya, santri itu merupakan gabungan dari empat frase, yaitu satrul aurat atau menutup aurat, nahi munkar; mencegah kemunkaran, tarqul maksiat; meninggalkan maksiat, dan roisul umat alias pemimpin masyarakat.

Ia juga menyebutkan, santri juga akronim dari siap amankan negara tercinta Repulik Indonesia. “Saya titip, santri itu harus memiliki tiga kekuatan. Santri harus memiliki tekad yang kuat, niat yang lurus, dan ikhtiar yang maksimal. “Insya Allah kita akan sukses dalam segala hal,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan, menyebutkan, para atlet yang jadi juara dalam Pospedawil tahun ini akan bertanding dalam agenda serupa tingkat Jawa Barat, 2018 mendatang. “Sebagai penggerak dakwah, santri harus selalu memiliki raga yang sehat dan punya keahlian lain selain ceramah,” imbuhnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?