Humaniora

Di Usia Renta, Kakek Lili Masih Harus Memikul Beban

initasik.com, humaniora | Namanya pendek saja; Lili. Usianya sudah menginjak 70 tahun. Ia sering terlihat berjalan, memikul dagangan, di sekitaran jalan Cisinga, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Isinya kacang rebus yang telah dibungkus.

Dengan berbekal topi untuk menghalau sinar mentari, dan sebuah kantong selendang kecil untuk mengisi rezekinya, Kakek Lili berjalan membawa tanggungan seberat sekitar 30 kilogram. Tubuhnya sedikit bungkuk akibat beban yang terlalu berat, ditambah jarak yang jauh setiap harinya.

Ia sudah lima tahun menjalani usaha itu. Sebelumnya ia tak bekerja, mengingat dirinya memiliki penyakit asma. Namun, lantaran keempat anak Lili tak lagi memberikan sebagian rezekinya kepada Lili dan sang istri, Uju, ia terpaksa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Harga satu keresek kacang rebus Rp 9.000. Dalam sehari, Lili hanya mampu menjual sekitar 3 atau  4 bungkus saja.

Tak mudah bagi Lili untuk mendapatkan uang. Walaupun dirinya tengah dalam keadaan sakit, ia harus berjalan dari rumahnya yang beralamat lengkap di Kampung Balandongan, Desa Sukaluyu, Kecamatan Mangunreja, sampai ke obyek wisata Gunung Galunggung.

Jarak sakitumah tos janten emaman sadidinten. Beurat mah beurat tapi da kumaha deui, pami teu kieu moal tiasa emam,” ujarnya.

Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, bukan hanya Lili yang mencari nafkah. Istrinya pun turut membantu dengan menjadi pembantu rumah tangga. “Sok buburuh nyeuseuh istri mah di tatanggi,” sebutnya. ***