Sosial Politik

Didin Menang Lawan Kotak Kosong

initasik.com, politik | Sejarah pemilihan seorang pemimpin yang harus berhadapan dengan kotak kosong kembali terjadi di Tasikmalaya. Sebelumnya, pasangan calon Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum –  Ade Sugianto memenangi kotak kosong pada pilkada yang menghadirkan calon tunggal pada 9 Desember 2015 silam.

Kali ini Didin Najmudin harus melawan kotak kosong pada pemilihan RW 06 Pasir Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Proses pemilihan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Sukajaya, Didin menang telak dengan meraih suara 258 yang menyatakan setuju. Sedangkan 108 suara yang menyatakan Tidak Setuju, serta 10 suara yang dinyatakan tidak sah.

Kendati melawan kotak kosong, namun seluruh warga mengaku puas dan menerima hasil pesta demokrasi tersebut serta tetap akan turut menyukseskan kepemimpinannya. “Alhamdulillah seluruh pelaksanaan prosesi pemilihan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya hingga saya terpilih karena meraih suara banyak, ini merupakan amanat dari masyarakat dan tentu saja saya harus melaksanakannya dengan sepenuh hati. Agar jangan sampai amanah yang diberikan disia-siakan begitu saja, tentu saya harus bekerja mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Didin.

Didampingi Ketua Panitia Pemilihan Nandang Adi, Tokoh Pemuda Rahmatul Hakim menyebutkan, proses pemilihan dilakukan berkaitan dengan Ketua RW sebelumnya yang sudah menjabat dua periode dan sesuai aturan perda tidak lagi bisa menjabat. Ketika dilaksanakan musyawarah, ternyata hanya muncul satu nama Didin Najmudin yang maju mencalonkan diri.

“Banyak yang menyarankan agar dilakukan aklamasi saja, namun ada pula yang mengusulkan agar tetap digelar pemilihan meskipun melawan kotak kosong atau referendum. Tujuannya agar yang terpilih nanti mengetahui jika sebenarnya ada juga orang yang tidak setuju terhadap dirinya, sehingga ketika terpilih dan menjabat benar-benar bisa bekerja melaksanakan amanah yang telah diberikan masyarakat dengan baik. Kemudian pembelajaran demokrasi kepada masyarakat tetap dilakukan, makanya proses pemilihan tetap digelar,” tutur Rahmat. [Kus]