Peristiwa

Diduga Dieksploitasi, Polisi Selamatkan Siswa

Kabupaten Tasik | Unjuk rasa peringatan Hari Tani Nasional di lingkungan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 23 September 2015, berbuntut panjang. Polisi menyelamatkan 18 siswa SMK yang diduga dieksploitasi dalam aksi tersebut.

Mereka dimintai keterangan di Mapolres Tasikmalaya sampai pukul 10 malam. Setelah beres, semua dikembalikan lagi ke orangtuanya. Kapolres Tasikmalaya AKBP Susnadi mengatakan, pihaknya ingin menyelamatkan para siswa yang didominasi perempuan tersebut agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak berkepentingan.

Ia menjelaskan, kemarin Aliansi Pemuda Mahasiswa Tasikmalaya berunjuk rasa menuntut pengesahan raperda pertanahan, hentikan kriminalisasi terhadap petani, dan pertegas sikap bupati tentang komitmennya untuk menolak kebijakan liberalisasi yang merugikan petani kecil.

Namun, unjuk rasa yang diikuti kurang dari 50 orang itu kurang kondusif. “Kami menyelamatkan anak-anak di bawah umur yang dimanfaatkan salah satu LSM dalam unjuk rasa peringatan Hari Tani. Kami berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak dan akan mengambil langkah selanjutnya untuk memastikan apakah ada pelanggaran hukum terkait eksploitasi anak,” papar kapolres kepada wartawan.

Korlap aksi, Lela Sari menampik bila pihaknya dituduh mengeksploitasi anak-anak. Menurutnya, mereka ikut unjuk rasa atas dasar sukarela. “Hari ini kami kembali mengingatkan pemerintah daerah mengenai buruknya situasi agraria di Kabupaten Tasikmalaya. Petani sebagai mayoritas masyarakat Kabupaten Tasikmalaya telah menjadi warga negara yang tertindas,” tuturnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar