Peristiwa

Dikira Tawuran, Ternyata Memburu Balater

Kota Tasik | Jalan Saptamarga, depan SMA Siliwangi, Tawang, Kota Tasikmalaya, mendadak macet, Sabtu (31/5) sore. Para pengendara menghentikan kendaraannya, lantaran penasaran.

Alhasil, arus lalu lintas pun macet. “Aya naon ieu, aya naon (Ada apa ini)?” tanya seorang warga sambil merapatkan motornya ke pinggir jalan.

Kepenasaranan warga semakin memuncak saat melihat sekelompok orang membawa sumpit panjang. Mereka mengepung sawah dari empat penjuru. Gayanya mirip orang yang sedang tawuran antarkampung. Ada yang berteriak-teriak. Ada juga yang berlari. Usut punya usut, sembilan lelaki itu rupanya tengah memburu burung balater. “Sugan teh aya tawurana atawa kacilakaan (Saya kira ada tawuran atau kecelakaan),” celetuk seorang warga.

Haris Safari (59), sesepuh para lelaki pemburu itu, menjelaskan, ia dan rekan-rekannya sedang menyalurkan hobinya dalam memburu burung. Bedanya, alat yang digunakan bukan senapan angin (bedil mimis, Sunda), tapi sumpit. Panjangnya sekitar tiga meter. Pelurunya disebut paser. “Ini hobi turun temurun di kampung kami, makanya kami punya sumpit yang usianya empat puluh tahun lebih,” ujarnya.

Menurutnya, warga RW 1 Sambong Tengah, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sejak lama sudah menggeluti hobi nyumpit. Mereka tergabung dalam PESAT, alias Persatuan Sumpit Sambong Tengah. Jumlah anggotanya mencapai 23 orang. “Selain meneruskan hobi orang tua, juga sebagai sarana refreshing. Seru-seruan. Hilangkan stres,” tandas Haris.

Ateng Suherdiaman (43), anggota PESAT, menambahkan, jenis-jenis burung yang diburu misalnya balater, kareo, hahayaman, cacabean, dan lain-lain. “Jika sedang musim hama, kami suka memburu tikus sawah. Perburuannya bukan hanya di Tasik, ke Cilacap juga sampai. Bahkan ke Majalengka dan Kuningan,” sebutnya.

Menurutnya, sumpit itu daya jangkaunya bisa mencapi 15 meter. Perlu kebiasaan agar bisa menyumpit dengan benar. Lantas, burung-burung hasil tangkapannya diapakan? “Ya dimakan. Dibakar atau digoreng,” ujarnya sambil terkekeh. initasik|ashani

Komentari

komentar