Ilustrasi Dok. DKP Kota Tasikmalaya
Birokrasi

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasik Antisipasi Permainan Mafia Harga

initasik.com, birokrasi | Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya mengkhawatirkan permainan mafia harga sembako jelang Ramadan. Untuk mengantisipasinya, pemerintah akan membentuk satgas pangan, bekerja sama dengan kepolisian. Tugasnya, memantau dan memberi sanksi kepada para spekulan.

Kepala Dinas Pertahanan Pangan Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, mengatakan, pembentukan satgas itu masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari Polres Tasikmalaya Kota dan wali Kota Tasikmalaya.

“Pembentukan satgas pangan itu merupakan instruksi presiden. Namun, yang pembentukannya sudah berjalan baru di tingkat pusat. Sedangkan untuk tingkat daerah masih berproses,” sebut Rahmat.

Ia mengaku khawatir terjadi selesih harga yang jomplang antara di petani dan konsumen yang disebabkan permainan kotor para mafia. “Contohnya dalam kasus kenaikan harga cabe. Harga di petani sebenarnya tidak setinggi di pasaran. Itu sudah kami bahas dalam rapat soal harga komoditas pokok,” tandasnya.

Terkait persediaan beras jelang Ramadan dan lebaran, Rahmat mengaku aman. Diperkirakan, untuk enam bulan ke depan, kebutuhan beras mencapai 11.526 ton. Sedangkan stock tersedia di atas 19.000 ton.

“Masyarakat diharapkan tenang. Jangan panik, sehingga melakukan pembelian secara banyak dalam waktu sekaligus. Panic buying itu akan menyebabkan kelangkaan barang di pasar dan menjadikan harga bahan pokok menjadi naik,” papar Rahmat. [Kus]

Komentari

komentar