Informasi

Direktur Tipikor Bareskrim Polri Nilai Formula Pemberantasan Korupsi Kurang Tepat

initasik.com, informasi | Direktur Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Akhmad Wiyagus,  menilai, formula pemberantasan korupsi yang diterapkan saat ini kurang tepat. Menurutnya, harus ada “resep” yang diracik setepat mungkin agar korupsi bisa ditekan seminim mungkin.

Saat bicara dalam pengarahan umum pencegahan tindak pidanak korupsi, di gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 20 Maret 2018, Akhmad menyebutkan, saat ini dalam Indeks Persepsi Korupsi, Indonesia masih berada di peringkat 90. “Kenapa? Karena ada formula pemberantasan korupsi yang saya katakan kurang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini Indonesia masih memanfaatkan tindakan hukum sebagai bentuk upaya pemberantasan korupsi. Berdasarkan survei, seberapa besarpun jumlah kerugian negara yang bisa diselamatkan melalui metode penegakan hukum dalam kasus korupsi, tidak akan mempengaruhi Indeks Persepsi Korupsi. “Bukan berarti penegakan hukum tidak penting, tetapi persentasenya yang paling penting,” tambahnya.

Akhmad mencontohkan. New Zealand bisa menduduki Indeks Persepsi Korupsi di peringkat pertama karena yang diperbaikinya adalah pelayanan publik. “Makanya, kita perlu komitmen dan kerja sama antara aparatur negara. Pemberantasan korupsi tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik apabila dilaksanakan secara sektoral. Konsep keterpaduan itu harus dipahami oleh semua pihak,” paparnya. [Eri]