Peristiwa

Dirut RSUD Disemprot Anggota DPR RI

Kota Tasik | Anggota Komisi IX DPR RI, Siti Mufatthah, blak-blakan mengkritisi Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo, Wasisto, saat bertatap muka di aula Bale Kota Tasikmalaya, Senin, 9 Maret 2015.

Di hadapan anggota DPR RI dari daerah pemilihan XI, wali Kota Tasikmalaya, ketua dan anggota DPRD Kota Tasikmalaya, serta para pejabat pemkot, Siti menceritakan pengalamannya saat inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. Soekardjo.

“Saya dibentak-bentak petugas administrasi. Dia bilang, ‘Ibu siapa pake nanya-nanya segala’. Lho, koq saya dibentak. Sebagai perempuan saya tidak nyaman diperlakukan seperti itu. Harusnya kan dilayani dengan etika. Jadi tolong Pak Dirut, bawahannya di briefing lagi. Saya juga heran, kenapa nomor telepon Bapak sulit dihubungi,” sesal Siti.

Ia menyayangkan perlakuan seperti itu. Menurutnya, sesibuk apapun, para petugas harus bisa melayani siapapun dengan baik. Ia menyarankan, rumah sakit harus memberikan insentif kepada pegawai berkinerja baik.

“Saya kaget saja saat sidak dilayani seperti itu. Saya tidak mengaku sebagai anggota DPR RI memang. Niatnya menjenguk pasien konstituen saya yang dirawat di rumah sakit. Karena kurang pelayanan, ia meninggal dunia. Waktu itu dokternya tidak ada. Pelayanannya memang kurang bagus. Infrastrukturnya juga kurang. Keruwetan di rumah sakit yang seperti itu, perlu manajer yang andal. Para dokter pun harus punya jiwa melayani dari hati nurani, jangan hanya karena uang,” tutur Siti saat diwawancara usai acara.

Menanggapi kritikan itu, Wasisto akan segera mengumpulkan semua karyawan untuk dibriefing. “Ini sesuatu yang memprihatinkan. Karena ulah satu dua orang, rumah sakit jelek namanya. Padahal Kita sudah membina habis-habisan para pegawai. Saya ini kan lulusan manajemen rumah sakit, bukan lulusan SD. Paham lah kalau soal manajeman mah. Perkara ada bawahan yang kurang bagus, pasti harus dibenahi. Tidak ada rumah sakit yang tidak lepas dari kekurangan,” dalihnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar