Peristiwa

Disdik dan Satpol PP Kota Tasikmalaya Jarang Sedekah

initasik.com, peristiwa | Dinas Pendidikan dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya tercatat sebagai OPD yang jarang sedekah, terutama dalam program Tasik Bersedekah.

Berdasarkan catatan Badan Amil Zakat Nasional Kota Tasikmalaya, tahun ini, dari Januari hingga Mei 2018, jumlah penerimaan dana dari program Tasik Bersedekah mencapai Rp 127,9 juta. Dana tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintahan dan lembaga-lembaga yang ada di Kota Tasikmalaya.

Dari semua elemen itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi pemasok dana paling besar. Jumlahnya mencapai Rp 58.749.300. Kendati begitu, dilihat dari rincian penerimaan dana, masih banyak OPD yang tak berpartisipasi aktif. Bahkan, ada di antaranya yang sama sekali tidak mengeluarkan dana sepeserpun untuk mendukung gerakan tersebut.

Beberapa OPD yang tercatat sering bolong, bahkan sama sekali tak menyumbangkan dana sejak Januari hingga Mei 2018, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas UMKM Perindag, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Dinas Perumahan  Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan Hasanudin, mengakui hal itu. Menurutnya, memang masih banyak Dinas yang belum memberikan sumbangan terhadap program Tasik Bersedekah.

Padahal, menurutnya, aparat pemerintahan harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. “Ini memang statusnya tidak wajib, tapi karena memang menjadi sesuatu hal yang dibutuhkan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan dan program-program zakat lainnya, jadi semua pihak harus mendukung. Apalagi OPD,” tandasnya, Senin, 4 Juni 2018.

Ia menyebutkan, pengalokasian dana itu digunakan untuk beberapa program Baznas, seperti Tasik Peduli, Tasik Cerdas, Tasik Berkarakter, Tasik Sehat, dan lain-lain. [Eri]

Komentari

komentar