Peristiwa

Ditanya Kenapa Masih Rapat Saat Waktu Salat, Budi Budiman: “Geus Cicinglah”

initasik.com, peristiwa | Sebuah baliho besar dipasang di sebelah kiri pintu masuk area parkir Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Tulisan di bagian atasnya menggunakan huruf kapital semua; GERAKAN SHOLAT BERJAMAAH ASN SE-KOTA TASIKMALAYA.

Isinya, dalam upaya mendorong pelaksanaan dan norma hukum agama sebagai salah satu media Pembangunan Tata Nilai yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Kota Tasikmalaya yang muttaqin, berharkat, bermartabat, dan berakhlakul karimah, dengan ini kami mengajak kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk, pertama, menghentikan sementara kegiatan/pekerjaan 10 menit sebelum berkumandang adzan waktu sholat.

Kedua, melaksanakan gerakan sholat fardlu berjamaah di masjid, mushola/langgar. Ketiga, mengikuti sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada setiap hari Jum’at minggu ke-4 (empat) pada setiap bulan dengan menggunakan pakaian ibadah.

Baliho yang di bagian bawahnya ditulis ttd Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, itu bukan hanya dipasang di pintu masuk area parkir Masjid Agung, tapi juga di sebelah selatan, dekat tugu Adipura.

Namun, kenyataannya berbeda dengan ajakan yang ada dalam baliho. Ketika rapat evaluasi tahun anggaran 2017 yang diikuti para kepala dinas dan ASN lainnya, di aula bale kota, Senin, 22 Januari 2018, Budi Budiman tidak menghentikan rapat saat akan masuk waktu salat zuhur.

Azan berkumandang, rapat tetap jalan. Satu jam berlalu dari pukul 12 WIB, rapat masih berlangsung. Rapat baru beres sekitar pukul 13.15 WIB. Ditanya usai melayani wartawan, Budi enggan berkomentar banyak. “Lah, kehela,” ujarnya singkat.

Ditanya lagi kenapa tidak istirahat saat masuk waktu salat, pernyataan Budi tak menjawab pertanyaan. “geus cicinglah,” ucapnya sembari menuju mobil. Waktu menunjukkan pukul 13.37 WIB. Budi bergegas ke acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional ahli utama, di aula RSUD dr. Soekardjo. [Jay]

Komentari

komentar