Humaniora

Ditinggal Pergi Ibu Sejak Kecil, Rohmat Tinggal Bersama Ayahnya yang Tunanetra

initasik.com, humaniora | Rohmat Hidayat (11) dan adiknya Gilang (9) sejak kecil sudah ditinggal pergi ibu dan adiknya yang paling kecil ke luar kota. Hingga sekarang mereka tidak pernah pulang-pulang dan tidak ada kabar beritanya.

Bapaknya, Otoy (41), yang membesarkan mereka dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjadi tukang pijit di lingkungan tempat dia tinggalnya, Kampung Cipulus, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Kendati sudah tidak bisa melihat, Otoy tetap bertanggung jawab kepada keluarga. Sejak tiga tahun lalu, penglihatannya terganggu.“Awalnya waktu masih kerja di Bandung, karena pemakaian obat mata,” sebutnya.

Di tengah kondisi keluarga yang tidak sempurna dan keterbatasan ekonomi, semangat belajar Rohmat tidak kendur. Terbukti, siswa kelas lima di SD Negeri 2 Neglasari itu, menjadi juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat desa. Ia berhasil menyisihkan perwakilan peserta  yang berasal dari beberapa kedusunan di Desa Neglasari.

Anak yang bercita-cita menjadi guru itu mengaku, sejak kecil dirinya sudah mulai belajar mengaji. Baru saat kelas 1 SD, ia belajar murotal. Sampai kelas 5 SD belajar nada dan tilawah, belajar qori saja. “Ustaz di sekolah agama yang ngajarin,” sebutnya.

Selain pintar qori, anak pertama dari tiga bersaudara ini mahir berdagang. Di Sekolah Rohmat berjualan beraneka ragam makanan. Ada makanan olahan dan makanan ringan. Semua makanan berasal dari tetangga yang peduli terhadap keluarga Rohmat.

“Sehari bisa ngantongin uang rata-rata sepuluh ribu. Uangnya sebagian ditabung sebagian lagi dikasih ke bapak,” ungkapnya.

Rohmat mengaku sedih melihat kondisi orangtuanya. Dia berharap ada yang tergerak hatinya membatu pengobatan ayahnya. “Mudah-mudahan ada bantuan, supaya bapak bisa sembuh dan bisa melihat seperti sedia kala,” harapnya. Agus

Komentari

komentar