Keluarga

Doa Anak Punk: Dia Harus Sukses dalam Hidupnya

Kabupaten Tasik | Sepintas, penampilannya seperti lelaki. Potongan rambut nyentrik, dan kedua lengannya ditato. Padahal, dia adalah perempuan tulen. Penampilannya saja yang memang tidak seperti wanita pada umumnya.

Dia adalah Desy, 19 tahun, penghuni kontrakan di Kampung Kudang, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Di rumah berukuran 5 x 5 meter itu, perempuan asal Pangandaran itu menetap bersama suaminya, Rudy, 28 tahun. Sama seperti Desy, tubuh Rudy pun penuh tato. Keduanya telah resmi menikah. Tercatat di KUA.

“Orang tua saya cerai, Pak. Saya kehilangan kasih sayang mereka. Makanya saya turun ke jalanan selepas kelas 3 SMP,” ujar Desy membuka perbincangan dengan initasik.com, di rumah kontrakannya.

Di kontrakannya itu, Rudy membuka usaha sablon. Selain merupakan bentuk tanggung jawab sebagai suami, usaha itu digelutinya untuk menepis anggapan masyarakat yang selalu miring menilai tampilan luar seseorang. Kalau sedang sepi pesanan, Rudy turun ke jalan untuk mengamen.

Rudy menceritakan, tak mudah baginya untuk bisa diterima keluarganya kembali. Butuh perjuangan lima tahun. Ayahnya yang pensiunan Satpol PP tidak menerima pilihan hidup Rudy yang sejak tamat SMP bergaul dengan komunitas punk. Ia bahkan sampai merantau ke Jabodetabek untuk menyalurkan kegandrungannya pada musik cadas.

Tapi itu dulu. Kini, Rudi dan Desy tengah menata masa depan yang lebih baik. Pilihannya untuk menikah resmi adalah bukti mereka mau berubah. Jika kelak diamanahi anak, mereka berharap darah dagingnya tidak mengikuti jejaknya. “Dia harus sukses dalam hidupnya. Jangan seperti kami. Saya tak ingin mereka mengikuti langkah hidup kami,” harap Desy yang mengaku waktu kecil bercita-cita menjadi bidan.

Mereka berharap, ke depan hidupnya menjadi lebih baik, dan menjalani takdir dengan bahagia. Belakangan, Desy sudah mengenakan jilbab layaknya muslimah lain. “Saya juga orang yang punya agama, Pak. Biarlah orang berkata lain, tapi hati kami tidak pernah menuduh apapun terhadap orang lain,” tandasnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar