Peristiwa

Drainase Kota Buruk

Kota Tasik | Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, menilai buruk drainase di kota ini. Tak heran, tiap kali hujan deras, sejumlah titik dipastikan banjir. Arus lalu-lintas tersendat, lantaran jalan tergenang air.

Menurutnya, pemkot kurang memiliki perencanaan matang dalam pembangunan. Banyak perumahan yang membuat area-area serapan air berkurang. “Drainase juga sudah tidak bisa menampung air hujan. Drainasenya kurang perawatan,” ujarnya, Selasa, 23 Desember 2014.

Ia menyampaikan, sebenarnya sejak lama pemkot sudah punya detail engineeting design (DED) pembuatan drainase induk. Namun, sampai saat ini itu belum diterapkan. “Memang, untuk membangun drainase induk itu perlu dana yang sangat besar. APBD tidak akan mampu menutupnya,” tandas politisi PKS itu.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, mengakui belum maksimalnya fungsi drainase. Menurutnya, berdasarkan data 2012 ada lebih dari 777 bangunan yang berdiri di atas drainase, sehingga membuat sulit pengerukan. “Nanti di tempat-tempat itu akan kita pasang plang larangan mendirikan banguan di atas drainase,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak saluran drainase dan selokan yang mengalami penyempitan, sementara volume air semakin besar. “Kalau drainase induk sudah jadi, insyaAllah banjir bisa diatasi,” imbuhnya meyakinkan.

Kemarin, banjir kembali menggenangi beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya. Jalan-jalan tertutup air. Arus lalu-lintas tersendat. Tujuh bulan lalu, Kota Tasikmalaya juga dilanda banjir. Sejumlah titik terendam air. Jalur transportasi terhambat. Bahkan, sekitar 20 rumah di Perum PLN, Cilingga, direndam banjir setinggi dada orang dewasa, Minggu, 25 Mei 2014. initasik.com|ashani

Komentari

komentar