Peristiwa

Dua Mobil Dinas Budi Tidak Ada di Garasi

Kota Tasik | Dua mobil dinas Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, yaitu Honda Accord dan Totoya Fortuner, tadi pagi, 18 Februari 2015, tidak ada di garasi. Kalau yang Accord memang dipakai Budi dinas ke sejumlah tempat, seperti ke Parakannyasag dan Bungursari.

Di waktu bersamaan, Fortuner pun tidak ada di tempat yang biasa. Ke mana? Yang ada di depan garasi rumah hanya mobil putih bernopol Z 27 HB, dan di garasi lapang ada tiga mobil plat hitam, satu mobil plat merah.

Sepengetahuan initasik.com, bukan hari ini saja kedua mobil dinas itu tidak ada di garasi. Saat Budi mengejar berbagai kegiatan dengan sedan Z 1 H-nya, mobil Fortuner pun ada yang memakai. Entah oleh siapa. Yang jelas, kedua mobil itu perawatannya, mulai ban pecah sampai service dan ganti oli, dibayar oleh masyarakat.

“Tapi, kalau bensinnya hanya satu mobil yang ditanggung (dibayar) pemerintah,” sebut Kasubbag Perlengkapan dan Rumah Tangga Setda Kota Tasikmalaya, A. Jamaludin, beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, untuk dinas dalam kota, wali kota dapat jatah bensin 20 liter per hari. Kalau ke luar kota tergantung tujuan. Bandung, misalnya, jatah bensinnya 30 liter. Kalau Jakarta 40 liter. “Untuk biaya perawatannya kita tidak bisa dihitung satu per satu. Total untuk semua mobil jabatan dan mobil operasional dalam setahun di atas Rp 200 juta,” tandasnya.

Ditanya apakah mobil jabatan boleh dipakai oleh bukan pejabat yang bersangkutan, Jamal mengaku tidak bisa menjawab tegas. “Kalau aturan itu kadang-kadang kaku, sedangkan di lapangan kan tidak bisa kaku. Saya tidak bisa saklek mengatakan mobil (jabatan) itu tidak boleh digunakan orang lain,” dalihnya.

Selama beraktivitas, Budi jarang terlihat menggunakan Fortuner. Nyaris setiap saat memakai Accord yang digonta-ganti plat nomornya. Termasuk saat tadi siang menghadiri peletakan batu pertama untuk perumahan di bilangan Bungursari. initasik.com|ashani

Komentari

komentar