KH Asep Maoshul Affandy (kiri) bersama KH Didi Abdul Hadi (tengah) | Dok. Pribadi
Sosial Politik

Dua Tokoh Ponpes Miftahul Huda Berhasrat Maju di Pilgub Jabar, KH Didi: Tak Ada Perpecahan

initasik.com, politik | Dua tokoh Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, KH Asep Maoshul Affandy dan Uu Ruzhanul Ulum, berhasrat maju dalam pemilihan calon gubernur Jawa Barat 2018.

KH Asep adalah putra dari pendiri Ponpes Miftahul Huda, KH Choer Affandi. Sedangkan Uu merupakan cucu dari Uwa Ajengan, panggilan akrab KH Choer Affandi. Keduanya sudah menyatakan siap maju dalam suksesi kepemimpinan di Provinsi Jawa Barat.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Alhadi, KH Didi Abdul Hadi, yang juga keluarga besar Miftahul Huda, menilai, KH Asep dan Uu memiliki potensi untuk membangun Jawa Barat dengan berbagai pengalaman politik dan ilmu agama yang dimiliki masing-masing.

Menurutnya, Uu memang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk mengikuti pilgub Jabar. “Kurang lebih sudah dua tahun sosialisasi. Adapun KH Asep akan ikut juga dalam pilgub, karena alasan beliau kedatangan tamu yang meminta beliau untuk mendampinginya sebagai wakil,” tutur KH Didi saat diwawancara usai mengikuti upacara Hari Bhayangkara ke-71 di lapang Dadaha, Senin 10 Juli 2017.

Ditanya siapa yang minta KH Asep menjadi wakilnya, KH Didi menjawab Ridwan Kamil. “Di Miftahul Huda tidak ada masalah. Tidak ada perpecahan. Di Huda, baik secara keluarga atau organisasi, tidak ada perpecahan,” tandasnya.

Terpisah, Uu Ruzahanul Ulum mendukung niat politik KH Asep. “Beliau paman saya. masa saya calutak. Atuh meren kawalat. Saya hormat pada beliau, dan bangga. Tapi, politik itu di akhir, bukan dalam proses. Lihat saja nanti akhirnya bagaimana. Yang jelas, tidak ada perpecahan di antara kami,” tuturnya. [Jay]