Seni Budaya

Dukung Program Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya 2017

initasik.com, seni budaya | Setelah mengikuti berbagai macam rangkaian Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya 2017, Nuriyani Rhamdani Barlian dan Dimas Tresna Adithya terpilih menjadi Mojang dan Jajaka pinilih. Penobatannya dilakukan Sabtu lalu, di Ballroom Rafflesia Hotel Santika.

Nuriyani mengungkapkan, setelah mengikuti pasanggiri, ia dapat banyak ilmu dan pengalaman baru, seperti public speaking, manner, kewirausahaan, kesundaan, kepariwisataan dan lainnya. “Salah satu hal berharga yang saya dapat adalah kekeluargaannya. Saya senang dan bangga bisa bertemu dengan pemuda-pemudi pilihan Kota Tasikmalaya yang mampu bergerak untuk memajukan Kota Tasik,” katanya.

Setelah meraih gelar Mojang Pinilih Kota Tasikmalaya 2017, perempuan kelahiran 10 Maret 1994 ini mengaku siap menjalankan berbagai tugas. Yang paling utama adalah mempromosikan Kota Tasikmalaya dari berbagai sektor wisata.

“Tentunya saya tidak bisa sendirian dalam menjalankan program yang akan dilaksanakan. Saya mengajak rekan-rekan Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya 2017 lain untuk dapat menuangkan ide kreatifnya agar bisa sama-sama memberikan pengaruh positif untuk lingkungan,” tutur lulusan UPI jurusan Pendidikan IPS itu.

Hal senada diutarakan Dimas Tresna Adithya. “Sebelumnya saya tidak mengetahui cara berpakaian yang baik, table manner yang tepat, cara yang baik dalam berbicara di depan umum dan lainnya. Ketika mengikuti acara Pamoka, saya dapat banyak ilmu dan pengalaman yang harus saya terapkan pada diri saya sendiri, lalu diamalkan untuk orang lain,” papar pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Desember 1994, itu.

Mengenai program yang akan dijalankan, Dimas mengaku ingin lebih mempromosikan permainan tradisional Sunda. Tapi semua itu bisa terwujud tentu jika dilakukan dengan gotong royong,” tandas mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya tersebut. [KL]