Abdul Rahim | Jay/initasik.com
Informasi

Efek Ketergantungan Obat Ilegal Fatal

initasik.com, informasi | Obat-obatan tertentu (OOT) yang dikonsumsi secara ilegal memberikan dampak fatal. Bila sudah ketagihan, proses rehabilitasinya memerlukan waktu yang lama. Perlu keterlibatan semua elemen untuk menangkal penggunaan ilegal OOT agar tidak menelan banyak korban.

Kepala Balai Besar POM di Bandung, Abdul Rahim, mengatakan, saat ini yang menjadi keprihatinannya adalah maraknya penyalahgunaan obat yang seharusnya pakai resep tapi bisa dikonsumsi bebas.

“Kemarin juga, kan, di Tasikmalaya (Pagerageung, red) ada penyalahgunaan obat yang korbannya anak-anak sekolah. Untung segera ketahuan. Jika tidak bisa berakibat fatal. Kalau sudah ketagihan akan lama juga penyembuhannya,” tuturnya usai menandatangi nota kesepahaman dengan Pemkot Tasikmalaya, di kantor BI Perwakilan Tasikmalaya, Senin, 20 November 2017.

Ia mencontohkan, OOT yang sering disalahgunakan adalah tramadol dan eximer. Kasus yang terjadi di Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu, adalah pemakaian pil eximer yang membuat penggunanya hilang kewarasan sampai harus dibawa ke rumah sakit.

Menurutnya, selain OOT legal yang disalahgunakan, di masyarakat banyak beredar obat-obatan ilegal yang menggunakan merek resmi. Asli tapi palsu. Untuk yang seperti itu pengedusan dan pengendaliannya lebih sulit. Beda dengan obat-obatan yang ada di apotek, kemudian disalahgunakan.

Selain OOT, pihaknya juga terus memerangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam makanan. Belum lama ini Balai Besar POM di Bandung menggerebek pabrik terasi di Garut yang menggunakan pewarna berbahaya.

“Untuk pengawasan di pasar, kita kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar peredaran makanan dengan bahan berbahaya bisa kita tekan terus,” tandasnya. [Jay]