Informasi

Eksistensi RAPI di Tengah Kemajuan Teknologi Komunikasi


initasik.com, informasi | Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) tetap bertahan di tengah kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Keberadaannya masih disenangai dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama yang berada di pelosok.

Ketua RAPI Jawa Barat, Samsul Jalaludin, mengatakan, meskipun sekarang perangkat komunikasi semakin canggih dan harganya terjangkau kalangan umum, namun RAPI masih eksis untuk memberikan informasi terdepan.

“Kami tetap yang terdepan dalam menyebarkan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya saat terjadi bencana alam atau kecelakaan. Kami mempunyai media komunikasi yang ada di pelosok-pelosok,” tuturnya usai menghadiri musyawarah ke-1 anggota RAPI Kota Tasikmalaya, di Gedung Nusantara Kompleks Perkantoran Kecamatan Cihideung, Ahad, 7 Januari 2018.

Ia menyebutkan, banyak anggota RAPI yang berdomisili di pelosok-pelosok yang tidak terjangkau oleh media lainnya. Bahkan, di daerah Garut Selatan, misalnya, aparat desa semuanya sudah menggunakan RAPI dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

“Kalau di pelosok, kadang sinyal ponsel itu tidak ada. Apalagi di hutan. RAPI menjangkau seluruh pelosok. Bahkan orang yang menggunakan RAPI, melalui gateway bisa bicara dengan orang yang ada di Rusia. RAPI tidak bisa dikalahkan sampai kapanpun, karena RAPI bisa melalui Satelit,” paparnya.

Menurutnya, di Indonesia anggota RAPI mencapai 40 ribu orang. Sedangkan di Jawa Barat ada sekitar 9.200 anggota. Terbanyak di Indonesia. Saat ditanya perbedaan dengan radio-radio FM pada umumnya, ia menegaskan, RAPI berbeda.

“Kalau radio-radio itu ada unsur bisnis. Kalau RAPI beda. RAPI tugasnya menerima dan memantau permasalahan yang ada di satu wilayah. Misalnya bencana alam, lalu lintas, sampai kecelakaan,” beber Samsul.

Bukan hanya menerima dan menyebarluaskam informasi, anggota RAPI juga ikut serta terjun ke lapangan membantu masyarakat saat terjadi bencana alam. “Tanpa dimintapun kami langsung turun membantu,” pungkasnya. [Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?