Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Herdwi Witanto | Jay/initasik.com
Peristiwa

Empat dari Lima Kasus Dugaan Korupsi yang Ditangani Kajari Kota Tasik tidak Terbukti

initasik.com, peristiwa | Empat dari lima kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya dinyatakan tidak terbukti. Tim penyelidik menyatakan tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi (tipikor).

Kelima dugaan tipikor itu adalah dugaan korupsi yang dilakukan WS seorang kepala UPTD Wilayah Selatan di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, penataan kompleks Dadaha untuk pelaksanaan MTQ tingkat provinsi 2016, penyalahgunaan dalam pelaksanaan pembangunan fasilitas telekomunikasi di RSUD dr. Soekardjo, penambahan kuota LPG 3 kg serta penetapan harga, dan penyalahgunaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Cisayong.

Dari kelima dugaan korupsi itu, yang dinaikkan ke tahap selanjutnya adalah kasus di BRI Cisayong. Pelakunya Hildan Candra Pratama, manteri KUR di bank tersebut. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 429.201.056. Kasus itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Herdwi Witanto, SH, MH, menjelaskan, kasus tersebut bermula dari upaya Hildan mengelabui para calon nasabah untuk meminjam uang ke BRI.

Kendati para calon peminjam itu tidak memenuhi persyaratan, bahkan termasuk masyarakat ekonomi lemah, tapi karena Hildan mempunyai tugas melakukan penelitian kelengkapan keabsahan dokumen pinjaman, permohonan tersebut diloloskan.

Pinjaman pun cair. Namun, uang tidak diberikan utuh kepada peminjam. “Seharusnya mendapat pinjaman sebesar Rp 25 juta, tapi dipotong Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” ujar Herdwi usai konferensi pers di kantor Kejari Kota Tasikmalaya, Kamis, 20 Juli 2017.

Malah banyak juga yang tidak diberikan sama sekali. Uang pinjaman masuk semua ke saku pelaku. Disebutkan, jumlah korban mencapai 30 orang. Rata-rata mereka adalah tetangga Hildan.

Ditanya soal dugaan korupsi di RSUD dr. Soekardjo, Herdwi menyatakan, setelah timnya melakukan penyelidikan, tidak ditemukan adanya indikasi korupsi. “Semua diperiksa, tapi ternyata sepeserpun tidak ada tindak pidana korupsi. Transfernya langsung ke kas negara. Buktinya ada,” jelasnya. [Jay]