Humaniora

Endi Ropandi Jualan Es Doger dari Harga 10 Perak

initasik.com, humaniora | Endi Ropandi, warga Kp. Gajah Barang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, sudah 35 tahun jualan es doger. Roda kecil berwarna biru, dengan tumpukan toples berisi ketan hitam, senantiasa menemani pria yang akrab disapa Mang Endi itu dalam mencari nafkah bagi keluarga.

Sudah puluhan tahun jualan es doger, tentu saja banyak pengalaman yang didapatnya. Ia mengaku jualan es mulai harga 10 perak. Kini harganya 2.000 rupiah. Hari-hari dijalaninya dengan penuh semangat, demi menyekolahkan keempat anaknya.

Mang Endi telah banyak dikenal di sekitar jalan Cisinga, karena es buatannya yang nikmat dengan harga yang terjangkau. Dengan 2.000 rupiah saja sudah mendapatkan es doger dengan campuran kelapa, peuyeum, ketan, dan susu.

Dalam sehari, ia dapat uang sekitar Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu per harinya. Beda ceritanya jika cuaca sedang hujan. Dari rintikan air yang jatuh ke bumi itu, mengakibatkan es doger mang Endi nambru. Tapi, itu terus saja dijalaninya.

Menurutnya, rezeki sudah ditetapkan oleh yang Maha Kuasa, seperti apapun kondisinya. Jika terus berusaha, maka akan selalu ada rezeki baginya. Suami dari Iha itu berjualan pukul 9 pagi sampai pukul 2 siang. “Bangun jam 3 subuh, mandi, ngeureutan peuyeum, ngerok kalapa, yang lama mah nyerut es batu,” sebutnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?