Etalase

Enjang Lakoni Usaha Ijuk Beromzet Puluhan Juta Rupiah

initasik.com, etalase | Pria berkulit sawo matang itu tampak serius menarik serabut ijuk yang sebelumnya telah dipukulkan pada sebilah kayu berisi empat puluh delapan paku sisir. Sesekali, rabutan ijuk yang sedang ditariknya itu tersendat lantaran menggumpal.

Begitulah keseharian di tempat Enjang, pelaku usaha ijuk di Kampung Cicau, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menjelaskan, proses tersebut merupakan penyisiran ijuk, agar bahan baku ijuk yang menggumbal bisa lurus dan rapi.

Di atas lahan seluas 20×30 meter persegi, Enjang menekuni usahanya itu sejak 2014. Ijuk-ijuk tersebut dijual untuk keperluan bahan sapu. Ia biasa memasok bahan ijuk dari berbagai daerah, seperti Garut, Cipatujah, Cikatomas, dan Cisayong.

Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum ijuk mentah tersebut bisa lantas dijual. Tahap pertama, ijuk harus terlebih dahulu direndam dalam air selama kurang lebih satu hari. Hal itu dilakukan agar ijuk lebih mudah saat dilakukan penyisiran. “Kalau tidak direndam, ijuk akan keras dan susah disisir,” jelasnya kepada initasik.com, Sabtu, 30 Juni 2018.

Setelah direndam, barulah ijuk-ijuk itu bisa disisir. Selain untuk meluruskan bahan ijuk, proses penyisiran dilakukan untuk memilah bahan ijuk sesuai dengan ukurannya. Ada tiga jenis ukuran ijuk dijual.

Ijuk berukuran kecil dengan panjang 45 cm sampai 50 cm, harga jualnya Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan ijuk dengan panjang lebih dari satu meter, harga jualnya berkisar di angka Rp 17.000. “Kalau limbahnya (sisa sisiran ijuk), dijual seharga Rp 1.000. Itu biasa digunakan untuk bahan serapan air, tambang dan atap rumah,” tambahnya.

Dalam sehari, pabrik yang kini memiliki delapan orang karyawan itu bisa menghasilkan ijuk sampai satu kuintal. Saat ditanya soal omzet, Enjang mengaku dapat Rp 10 juta hingga 15 juta rupiah per bulannya.

Selain menjual bahan baku ijuk, Enjang juga menyediakan keperluan lainnya untuk pembuatan sapu. Misalnya, bambu dengan panjang kurang lebih 1 meter yang digunakan untuk gagang sapu. Bambu-bambu itu, ia jual seharga Rp 500 rupiah per batang. [Eri]