Ist
Sosok

Eti Nurhayati; Aktif Mengajar, Produktif Menulis


initasik.com, sosok | Bagi Eti Nurhayati, guru SMPN 1 Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, 2017 adalah tahun yang penuh anugerah. Karya-karya tulisnya mulai mendapat apresiasi dan dipublikasikan oleh beberapa media cetak.

Juga dimuat dalam beberapa buku antologi bersama puisi, cerpen, dan artikel. Kebahagiaannya lebih lengkap setelah buku solo pertamanya terbit. Buku ajar yang berjudul “Pengantar Sastra” terbit pada Maret 2017, disusul buku-buku yang lainnya, yaitu “Jejak- jejak dalam Sajak”, “Adelaide dalam Bingkai Kenangan”, dan “The Miracle of Life, Sebuah Refleksi”.

Sebelumnya, pada April 2010 penulis mendapatkan award dari Wakil Gubernur Jawa Barat “Dede Yusuf Award” pada kegiatan Cendikia Certificate Core dengan artikelnya yang berjudul “Kursi Bukan Wahana Korupsi”.

Pada Juni 2017, bertempat di Dispusipda Jawa Barat, ia menerima anugerah yang tak pernah diduganya, yaitu penghargaan dariDinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat atas partisipasinya dalam Gerakan Literasi Sekolah melalui WJLRC menyukseskan Gerakan Guru Jawa Barat Menulis 100 buku 20 Mei 2017.

Oktober 2017, ia mendapatkan undangan untuk mengikuti Desiminasi Nasional Literasi yang diselenggarakan di Lumire Hotel and Convention Centre, Jakarta pada 10 Oktober sampai 13 Oktober 2017.

Acara bergengsi itu dihadiri oleh 200 guru penulis dari seluruh Indonesia. “Tentu saja itu merupakan kesempatan  yang berharga untuk mendapatkan pengalaman sebagai pembelajaran baru tentang literasi. Pada event ini seluruh guru penulis tampil mempresentasikan buku yang ditulisnya,” ujarnya.

Selain sibuk mengajar, ia juga aktif di komunitas menulis, seperti Forum Gumeulis dan Komunitas Pegiat Literasi Jabar. Perempuan kelahiran 13 November 1972, lulusan S1 di Fakultas Sastra UNDIP (1996) dan pendidikan S2 (2011) itu mengaku sejak dulu memang senang menulis.

Perjalanannya ke Adelaide, Australia Selatan, 2015, turut mewarnai kehidupan dan karya- karyanya. Hingga saat ini ia telah mengoleksi lebih dari sepuluh buku antologi puisi, cerpen dan artikel yang ditulis bersama-sama penulis lainnya. Kiprahnya dalam menulis mendapat dukungan dari suami, Wawan Rusmana, dan ketiga buah hatinya; Ai, Azhar, dan Azki. ***

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?