Jay | initasik.com
Peristiwa

Etnis Tionghoa Tasik Berkomentar Soal Kondisi Bangsa Saat Ini

initasik.com, peristiwa | Etnis Tionghoa di Kota Tasikmalaya meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan pilkada DKI Jakarta dengan ras atau agama mereka. Sama sekali tidak ada kaitannya. Kalaupun ada yang mengaku dari etnis tertentu, itu atas nama pribadi. Tidak mewakili golongan.

“Sebaiknya jangan dihubung-hubungkan. Tidak semua etnis kami mendukung Ahok. Banyak juga yang tidak suka. Jangan disamaratakan,” ujar Lungnajaya, perwakilan etnis Tionghoa usai menghadiri peringatan Hari Jadi Forum Pembauran Kebangsaan, di Aula Nusantara, Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Senin, 15 Mei 2017.

Ia berharap, masyarakat tidak mudah membuat sekat dengan siapapun. Sebaiknya bergandengan tangan membangun daerah, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Saling bersinergi. “Kita tidak mau blok-blokan. Sejak kecil saya membaur dengan masyarakat. Saya tidak setuju dengan aksi apapun yang akan merusak persatuan dan kebersamaan,” tandasnya.

Menurutnya, apa yang terjadi saat ini di Indonesia adalah ulah para elite politik. Yang di bawah tidak punya masalah. Beda dengan mereka yang di atas. Saling mengamankan kepentingannya masing-masing. Korbannya masyarakat bawah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum mendengar ada rencana aksi dukung-dukungan Ahok, seperti yang terjadi di beberapa kota.

“Di Kota Tasikmalaya tidak ada gerakan-gerakan atau aksi solidaritas. Sampai hari ini kami tidak mendengar ada rencana seperti itu. Kita masih kondusif. Letupan-letupan kecil pun tidak ada,” tuturnya.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Jadi Forum Pembauran Kebangsaan sengaja digelar untuk merekatkan persatuan di antara 16 etnis yang ada di Kota Tasikmalaya. “Ini baru pertama kali diadakan peringatan hari jadi. Menyesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini yang rawan disintegrasi, sehingga kami merasa perlu untuk mengingatkan kembali kepada etnik-etnik di Kota Tasikmalaya untuk tetap bersatu dalam keberagaman,” paparnya. [Jay]

Komentari

komentar