Peristiwa

Fasilitas Dunia Jangan Menggeser Allah dari Hati

Kabupaten Tasik | Idealkah bila 300 orang melawan seribu musuh? Tidak. Sama sekali tidak seimbang. Tapi hati berkata lain. Otak boleh menilai tidak ideal, namun hati meyakini satu hal yang tak bisa dikalkulasi; pertolongan Allah SWT.

Dalam perang Badar, umat muslim yang hanya 300 orang bisa mengalahkan musuh yang berjumlah seribu serdadu lebih. Umat Islam saat itu hatinya sangat bergantung kepada Allah. Yakin pada KuasaNYA. Jumlah dan senjata, kecil. Allah yang Maha Besar. Keyakinan itu menghujam dalam hati, sehingga berubah jadi energi dan kekuatan yang dahsyat.

Pengasuh Pondok Pesantren Sukahideng, Drs KH Ii Abdul Basith Wahab, mengatakan, manakala hati sudah tidak bergantung pada Allah Ta’ala, maka hidup akan terombang-ambing. Tidak tentu arah. Mudah putus asa. Sering mengeluh. Dan sekarang, banyak orang yang bergantung selain kepada Allah SWT. Fasilitas duniawi telah menggeser Allah dari hati.

“Sekarang itu ketergantungan diri pada fasilitas itu terlalu hebat. Misalnya banyak orang yang bilang, bagaimana pendidikan akan berhasil kalau saranan dan fasilitasnya itu tidak ada atau jelek. Padahal dulu Rasullulloh saw berdakwah dalam kondisi fasilitas serba terbatas. Tapi keterbatasan itu membuat hati Rasol sangat ketergantungan kepada Alloh, sehingga pertolongan mudah datang,” paparnya dalam ceramah milad Ponpes Sukahideng ke-93, Sabtu, 17 Oktober 2015.

Ia menegaskan, fasilitas dunia seringkali membuat seseorang lalai dalam ibadah kepada Allah SWT. Dalam banyak kasus, fasilitas bisa menjadi pengikis ketauhidan. Ketergantungan kepada Allah tidak ada. “Fasilitas itu bisa berupa tahta, harta, dan wanita. Kita jangan diperbudak sama tiga hal itu,” ujarnya.

Kiai berpesan, “Hadirkan Allah dalam hati. Jadikan fasilitas dunia untuk beribadah pada Allah. Jangan menggantungkan diri pada potensi dan fasilita dunia. Tetaplah selalu menggantungkan diri kepada Allah.” initasik.com|millah

Komentari

komentar