Peristiwa

Film Bernuansa Religi Masih Kalah Oleh Film Horor

initasik.com, peristiwa | Asma Nadia, penulis novel yang beberapa karyanya sudah difilmkan, mengaku prihatin dengan dunia film di Indonesia yang masih didominasi oleh film horor. Pada 2017, misalnya, dari sepuluh film terlaris, kebanyakannya merupakan film horor.

Sedangkan film bernuansa religi hanya ada dua. Salah satunya adalah film “Surga yang Tak Dirindukan 2” yang diangkat dari novel karya Asma Nadia. “Sekarang ini kita sedang berjuang untuk memperbanyak film religi yang menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” ujar Asma saat bicara dalam bedah buku “Bunda, Kisah Cinta 2 Kodi” karya Asma Nadia, di kantor Bank Indonesia Tasikmalaya, Senin, 23 April 2018.

Saat film “Surga yang Tak Dirindukan 2” tayang di bioskop, ia mengaku senang, karena merupakan film Indonesia pertama di awal 2017 yang jumlah penontonnya menyentuh angka 1 juta. Namun, capaian jumlah penonton itu kemudian digeser oleh film horor.

Menurutnya, tidak banyak film bernuansa religi yang ketika pertama tayang di bioskop mendapat jatah layar banyak. Ia mencontohkan, saat pertama rilis, film “Dilan” diberi 200 layar. Sedangkan film-film religi kurang dari 30 layar.

“Untuk meningkatkan jumlah layar itu, jumlah penonton di hari pertama harus banyak. Makanya saya mengajak teman-teman untuk menonton film-film religi di hari pertama tayang agar tetap bertahan di bioskop. Ini perjuangan kita bersama. Kalau yang nonton di hari pertama banyak, maka jumlah layar bisa ditambah,” tuturnya. [Jay]