Kus | initasik.com
Peristiwa

Fitria Meronta Saat Diimunisasi, Temannya Malah Tertawa

initasik.com, peristiwa | Fitria Eliana Ramadhan, siswi kelas 4 MI Persis Cempakawarna, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, meronta ketika diimunisasi campak dan rubella di sekolahnya, Kamis, 3 Agustus 2017. Saat ujung jarum menancap di lengan kirinya, ia berteriak sampai menangis. Beberapa temannya malah tertawa melihat kejadian itu.

“Sakit dan takut. Tadinya minta ibu dari rumah mengantar ke sekolah. Tetapi ibu bekerja. Walaupun sedang pilek, saya dipaksa untuk ikut imunisasi,” ujarnya. Ia mengaku masih takut bila nanti harus diimunisasi lagi. Namun, setelah diyakinkan jika imunisasi kali ini hanya sekali, ia tak lagi murung dan memilih langsung pergi ke kantin.

Bukan hanya Fitria. Sebagian temannya yang lain juga menangis histeris, bahkan berlari dan meronta enggan masuk ke ruangan tempat dilaksanakannya imunisasi. Hal itu membuat sibuk para guru.

“Wajar. Mungkin anak-anak takut jarum suntik. Rata-rata memang alasannya itu. Namun setelah dibujuk akhirnya mau juga, meski memang ada beberapa yang cukup sulit untuk membujuknya karena malah menangis dan tidak mau masuk ke ruangan pelaksanaan imunisasi. Akhirnya memang kami membantu petugas di sini, karena anak-anak tidak mau sukarela datang kalau tidak dibujuk oleh guru,” kata ustaz Biki, salah seorang guru.

Di Kota Tasikmalaya, agenda program  imunisasi tersebut dibagi menjadi 21 jadwal, mulai 1 Agustus 2017 hingga September 2017. Supervisornya melibatkan berbagai intansi sampai kalangan akademisi. Ditargetkan, sebanyak 168.389 anak mendapatkan imunisasi tersebut.

“Target kami tuntas pada minggu ketiga bulan Agustus. Namun awal September mendatang kami akan kembali melakukan penyisiran, karena dikhawatirkan ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Makanya nanti akan bekerjasama dengan Posyandu setempat, sehingga seluruh target anak-anak bisa selesai,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Didin Fitriyadi. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?