Birokrasi Desa Informasi

FMPS Sariwangi Mendesak Normalisasi Air Cikunten Akibat Pencemaran Proyek Jalan Cidugaleun

initasik.com – Proyek jalan di Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya merupakan proyek yang telah lama direncanakan dengan anggaran 8,6 milair. Meski begitu, dalam realisasinya limbah tanah hasil pengerukan jalan tidak dikelola dengan baik. Limbah tanah di buang ke sungai Cikunten yang notabene menjadi sumber kehidupan masyarakat Sariwangi dan Kecamatan sekitarnya, (8/9/2022).

Menanggapi soal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya membuat surat dengan nomor 172/8173/DPRD/2022 yang berisi undangan pelaksabaan rapat dengar bersama Forum Masyarakat Peduli Sariwangi (FMPS) perihal pencemaran air akibat proyek. Sebelum audiensi, massa berorasi dihadapan gedung DPRD. Tampak Camat Sariwangi langsung mendampingi seluruh elemen Masyarakat Sariwangi yang tergabun dalam FMPS.

Setelah diterima di ruang paripurna Ketua FMPS, Zainal Aifin, membeberkan maksud dan tujuannya.

“Kami datang untuk menggugat proyek jalan Cidugaleun yang jelas merugikan masyarakat Sariwangi. Kami tidak anti pembangunan, tapi tolong berhenti dulu hingga air Cikunten kembali normal,” ungkapnya.

Pelaksana proyek jalan Cidugaleun membuang limbah tanahnya ke Cikunten, lanjutnya. Dan sungai itu sejak dulu menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat khususnya para petani dan peternak ikan.

Semua pihak yang menjadi perwakilan mayarakat Sariwangi pun angkat bicara. Sua menjelaskan urgensi kebutuhan air kembali normal. Banyak masyarakat dan santri yang kesulitan untuk berwudhu, mandi bahkan memasak. Selain itu, sawah dan ikan-ikan gurame para petani habis akibat lumpur dan racun yang dibawanya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Sariwangi, Apit Sujana, mengaku bahwa masyarakat sudah sangat resah dengan kondisi Cikunten hari ini. Padahal menurutnya pihak Dinas sudah beberapa kali monitoring bahkan sudah memberikan opsi solusi, tapi hingga sekarangbtidak ada timdak lanjutnya.

“Kami minta proyek itu diberhentikan dulu sebelum ada solusi soal.pencemaran air ini yang jelas-jelas merugikan banyak pihak dan wilayah,” tegas beliau.

Tidak hanya Sariwangi, jelasnya, tapi air ini berimbas ke Kecamatan lain seperti Leuwisari dan Singaparna.

FMPS diterima oleh Wakil DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto yang didampingi oleh komisi III, Bappelitbangda, bidang Jalan dan Jembatan serta Bidang Lingkungan Hidup.

Aang Budiana, Kordinator Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya menjelaskan bahwa pihaknya akan segera bertindak sebagai bentuk respon dari aduan masyarakat.

“Kami akan keluarkan Nota Komisi kepada ketua DPRD yang selanjutnya kita akan minta ketua DPRD mengundang pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Setelah itu, tambah Aang, komisi III akan monitor langsung ke lapangan bersama FMPS.

Komentari

Komentari