Informasi

Gandeng Konsultan dari Bandung, Pemkot Tasik Buat “Grand Design” Penataan PKL

initasik.com, informasi | Menggandeng konsultan dari Bandung, Pemerintah Kota Tasikmalaya sedang membuat grand design penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL). Ditartgetkan, itu rampung akhir bulan ini.

Kabag Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya, Rahman, menjelaskan, grand design itu akan menjadi pijakan pembuatan peraturan daerah tentang penataan PKL. “Sampai sekarang Kota Tasik belum punya acuan apapun terkait penataan PKL. Dari grand design itu akan menjadi bahan pembuatan perda. Sebelum dibuat perda ada kajian dulu oleh konsultan dari Bandung,” tuturnya.

Ia belum bisa memaparkan lebih detail terkait grand design tersebut, karena akan dibahas dulu bersama wali kota. Tapi, nanti akan ada pembagian zona, yaitu zona merah untuk lokasi yang sama sekali tidak boleh ada PKL, zona kuning yang membolehkan ada PKL tapi waktunya diatur, dan zona hijau khusus PKL.

“Untuk titik zonanya di mana  saja, masih akan dibahas bersama seluruh stakeholder. Rencana makronya seperti itu. Ada pembagian zona. Yang pasti, grand design itu bukan untuk mematikan PKL, tapi sebaliknya,” tandas Rahman.

Menurutnya, keberadaan PKL harus ditata dan diberdayakan. Mereka adalah pelaku UMKM yang tangguh. Keberadaannya harus diberdayakan, tapi juga mesti ditata. Apalagi jumlah PKL di Kota Tasik sangat banyak dan tersebar di mana-mana.

“Jika tidak ditata, akan menghambat pertumbuhan ekonomi yang lainnya juga. Kelemahan kita memang belum punya lahan untuk merekolasi. Sebagai alternatif bisa menggunakan bekas terminal Cilembang atau bekas Setda Kabupaten. Bekas setda itu bisa dimanfaatkan untuk PKL dan tempat parkir. Polanya bisa dibeli atau dikerjasamakan,” beber Rahman.

Diharapkan, dalam jangka lima tahun ke depan, penataan PKL di kota ini bisa tuntas dan berjalan seperti yang diharapkan. “Penataan ini bukan pengusiran. Selama ini penataan suka dianggap untuk meniadakan PKL. Tidak seperti itu. Kita tahu persis PKL itu pejuang ekonomi yang tangguh. Mereka harus diberdayakan dan ditata,” tandasnya. [Jay]