Peristiwa

Gegar Otak, Dede Mubarok Puluhan Tahun Terasing

Kota Tasik | Sudah puluhan tahun, Dede Mubarok, 41 tahun, berdiam diri di rumah. Ia terasing dari pergaulan sosial. Jangankan keluar rumah, makan dan mandipun dilayani orangtuanya. Warga Bungursari 01/08, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, itu gegar otak.

Benturan keras saat duduk di bangku sekolah dasar  membuat syaraf otaknya terganggu. Hingga kini, itu belum bisa disembuhkan. Berbagai pengobatan telah dijalani, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan.

Ayah Dede, Herman, mengatakan, keluarga telah berusaha mengobati anak kedua dari lima bersaudara itu ke berbagai dokter ahli syaraf, hingga pengobatan alternatif. Namun, kesembuhan belum juga datang.

“Tos seseepan.  Wartos timana-mana nu masihan terang ahli ngubaran di sumpingan. Kadang manggil tukang ngalandongan sok dugi ka tilu jalmi sadinten teh,” ujarnya kepada initasik.com, Kamis, 14 Januari 2015.

Menghadapi cobaan yang menimpa anaknya, Herman dan istrinya, Uum, pasrah. Kenyataan pahit itu ia terima dengan berat, dan berharap agar anaknya segera sembuh. Mereka mengaku sudah tidak sanggup lagi merogoh uang  untuk mengobati Dede.

Karena kondisi Dede sangat lemah dan tidak bisa jalan, Herman dan Uum bergantian memandikan dan memberi makan. Dede kini ditempatkan di kamar sempit paling belakang di rumahnya yang nyaris tidak tersentuh oleh sinar matahari. initasik.com|yusuf

Komentari

komentar