Sosial Politik

Gelar Ambisi Uu Ruzhanul Ulum Menuju Pilgub Jabar

initasik.com, politik | Uu Ruzhanul Ulum membuat geger. Selang beberapa menit setelah dilantik sebagai bupati Tasikmalaya periode 2016 s.d. 2021, Rabu, 23 Maret 2016, ia mendeklarasikan diri akan maju dalam pilgub Jawa Barat sebagai calon gubernur.

Usai dilantik Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Uu bergegas ke luar Gedung Sate, Bandung, untuk menemui para pendukungnya. Ia kemudian berdiri di mobil bak dan menyapa massa yang berkerumun di depan Gedung Sate.

Aksinya itu menyedot perhatian, terutama bagi para awak media. Alhasil, berita yang muncul bukan tentang pelantikan dirinya bersama Ade Sugianto sebagai bupati dan wakil bupati Tasikmalaya, tapi soal pendeklarasian sebagai calon gubernur.

Sejak saat itu, Uu melangkah bukan hanya sebagai bupati tapi juga bakal calon gubernur. Setiap akhir pekan ia kerap keliling daerah di Jawa Barat untuk sosialisasi pilgub. Beberapa titik papan iklan milik Pemda Kabupaten Tasikmalaya dipasangi gambar dirinya dilengkapi tulisan Gerbang Desa untuk Jawa Barat.

Dalam satu kesempatan ia mengatakan, alasannya maju dalam pilgub adalah ingin memberikan manfaat bagi manusia lainnya. “Dengan jadi gubernur, saya ingin bermanfaat bagi lebih banyak orang,” ujarnya.

Tapi, langkah Uu menuju arena pilgub tidak mulus. Ia sempat ditentang pamannya sendiri, Asep Maoshul Affandi, yang juga ingin bertarung dalam perebutan kursi gubernur atau wakil gubernur.

Sebagian masyarakat pun mencibirnya. Banyak warganet yang menilai Uu terlalu ambisius. Mereka mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah di Kabupaten Tasikmalaya yang harus dituntaskan, seperti kemiskinan, infrastrukrur, pendidikan dan lain-lain.

Uu bergeming. Ia tetap pada pendiriannya. Meski di awal membidik kursi gubernur, belakangan mulai berubah. Jadi wakil gubernurpun tak mengapa. Gayung bersambut. Ia disandingkan dengan Ridwan Kamil. Partai Persatuan Pembangunan memberikan restu.

Uu semringah. Muncullah Rindu alias Ridwan dan Uu. Namun, itu tak bertahan lama. Ada Daniel Mutaqien di antara Ridwan dan Uu. DPP Partai Golkar memaketkan Ridwan-Daniel. Konstelasi berubah. Itupun tak bertahan lama juga.

Partai Golkar mencabut dukungan kepada Ridwan Kamil. Rindu kembali menggebu, meski di tengah perjalanan ada wacana memaketkan Ridwan Kamil dengan Anton Charliyan yang diusung PDI Perjuangan.

Kini, ambisi Uu dalam meraih kekuasaan di tingkat Jawa Barat mendapatkan kepastian. Empat partai politik sepakat mengusung Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dalam pemilihan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat yang pemungutan suaranya akan dilangsungkan pada 27 Juni 2018 mendatang. [Jay]