Peristiwa

Geng Motor, Minuman Keras, dan Tali Kolor

Kota Tasik | Jajaran Polres Tasikmalaya Kota berhasil menggagalkan rencana geng motor XTC yang akan berbuat onar, Sabtu, 19 Desember 2015. Mereka yang sedang kumpul di tanah kosong samping Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, digerebek Raimas setelah beberapa saat sebelumnya mengamankan anggota XTC di bilangan Cisumur, Kawalu.

Selain sepuluh liter minuman keras, dari tempat itu polisi juga mengangkut motor-motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Sekitar 15 orang pemuda tanggung pun digelandang ke Mapolresta. “Di antara mereka ada yang bawa samurai, tapi berhasil meloloskan diri,” ungkap Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Asep Saepudin melalui Kabag Ops Kompol Ricky Lesmana.

Hampir dalam setiap razia geng motor, initasik.com selalu melihat beberapa anggota geng yang memakai tali kolor atau tali sepatu yang dijadikan semacam sabuk di celananya. Saat ditanya, mereka menjawab kalau itu hanya tali biasa yang digunakan untuk menahan celananya tidak lepas dari pinggang. Namun, saat tali itu dilepas, celana mereka sama sekali tidak melorot.

Begitupun tadi malam. Amr, yang disebut-sebut sebagai ketua kelompok, memakai tali sepatu warna hijau di celananya. Saat didesak apa maksud tali itu, ia tidak mau berterus terang. Amr mengaku itu hanya pengikat celananya supaya tidak lepas. Padahal, tanpa tali itupun celananya terpasang kuat di pinggang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tali kolor atau tali sepatu itu merupakan salah satu ciri berandalan bermotor. Warna dan jenisnya berbeda-beda, namun semua bermuara pada satu titik: tindakan kriminal. Mereka yang memakai tali seperti itu biasanya pelaku kriminal jalanan.

Ricky menjelaskan, berdasarkan pengembangan di lapangan, mereka berencana melakukan penyerangan ke satu tempat. Beberapa di antara mereka yang ditangkap mengaku disuruh Amr untuk merapat ke lapang samping Kecamatan Cihideung.

“Menurut laporan anggota, pada saat kumpul jumlah mereka mencapai ratusan, tapi banyak yang berhasil kabur. Kami akan melakukan pengembangan. Jika ada unsur-unsur pidana, akan ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan,” ujarnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar