Peristiwa

Gerakan Gelas Sendok dan Piring; Program Kebersihan yang “Aneh” di SMPN 1 Mangunreja

Kabupaten Tasik | Semula, di SMPN 1 Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, sampah menjadi masalah. Setiap minggunya bisa terkumpul berkarung-karung sampah. Untuk menanggulanginya, dibentuklah program pencinta lingkungan yang dinamai Go Green School.

Dini Nurdinawati M.Pd, guru SMPN 1 Mangunreja, mengatakan, program tersebut dijalankan untuk memilah antara sampah organik dan nonorganik. Ada yang bisa dijadikan pupuk, dijual ke tukang rongsok, namun ada juga yang tidak bisa diapa-apakan.

Untuk yang ketiga itu kebanyakan sampah plastik bekas bungkus makanan. Cari lagi solusi. Berpikir lagi untuk memecahkan masalah. Maka dibuatlah program Gerakan Gelas Sendok dan Piring (GGSP).

Program apa itu? Terbacanya aneh. Memang namanya terkesan nyeleneh, tapi ternyata memberi dampak luar biasa. Masalah sampah mulai tersolusikan. Melalui program itu, setiap siswa dikasih satu set perlengkapan harian selama di sekolah, yaitu satu buah piring, sendok, garpu, dan gelas. Semuanya terbuat dari plastik. Masing-masing siswa bertanggungjawab atas perawatannya.

Setiap makanan dan minuman apapun jenisnya, peralatan tersebut menjadi tempat pengganti plastik atau bungkus yang selama ini menjadi penyumbang sampah terbanyak di sekolah. Kantin sekolah pun dianjurkan tidak menjual makanan dalam kemasan plastik.

Hasilnya bagus. Sekarang setiap minggu volumenya turun sangat drastis. Berkurang dua sampai tiga karung. “Ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi kami. Lingkungan sekolah menjadi bersih, indah, dan nyaman. Sekolah bersih yang diidam-idamkan kini sudah terwujud, alhamdulilah,” tuturnya.

Program lainnya adalah membentuk Tim Bersih Untuk Semua. Mereka bergerak dalam proses pemantauan secara berkala. Berkeliling ke setiap kelas, baik di dalam maupun di luar. Sekecil apapun sampah yang ditemukan dendanya Rp 500 per sampahnya. Jika salah satu kelas ada empat sampah maka kelas itu harus membayar Rp 2000.

“Cara ini ternyata sangat efektif, para siswa awalnya takut kena denda tetapi lama kelamaan mereka jadi terbiasa buang sampah ke tempatnya. Sungguh suatu perubahan sekolah yang luar biasa,” jelasnya. initasik.com|Ahmad

Komentari

komentar