Desa

Gerbang Desa Baru Sampai Angkutan Umum

Kabupaten Tasik | Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa) yang menjadi jualan politik pemerintahan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto dipertanyakan keberhasilannya. Hampir lima tahun berjalan, program itu baru masif di angkutan umum.

Pemerhati sosial yang juga dosen IAIC Cipasung, Asep M Tamam, menilai, Gerbang Desa baru kuat di slogan yang menempel di banyak mobil angkutan. Pembangunan konkretnya belum tampak signifikan. Baru meruyak di baliho dan angkutan umum.

“Dari 300 lebih desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, berapa banyak desa yang sudah bisa mandiri dan berdaya saing, serta mampu berdiri di atas kaki sendiri untuk mengatasi segala persoalan yang ada di desa?” tanyanya.

Terpisah, Wakil Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, sejatinya dengan Gerbang Desa pemerintahan desa bisa memprioritaskan pembangunannya sesuai potensi yang ada. Pemkab, katanya, harus mendorong segala bentuk permohonan desa untuk menjalankan pembangunan yang berkesinambungan.

“Gerbang Desa bukan membuat gerbang di tiap desa, melainkan bagaimana setiap pemerintahan desa memprioritaskan potensi apa yang ada di daerahnya. Setiap desa harus memiliki profil yang dari sana terlihat apa potensi dan yang harus dikembangkan,” tutur Ade.

Menurutnya, pemkab hanya sebagai fasilitator agar rancangan pembangunan desa bisa berjalan sesuai rencana. “Kalau sudah terlihat potensi di masing-masih desa, maka pemkab harus membantu dan menjadi fasilitator, seperti mendatangkan investor dan mengampanyekan setiap potensi unggulan di desa,” tandasnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar